Atlet Arung Jeram Jabar Sumbang Emas Untuk Indonesia

JEPANG,- Atlet arung jeram asal Jawa Barat sukses menyumbangkan kontribusi medali emas bagi tim junior rafting Indonesia (JRT) pada Kejuaraan Dunia Arung Jeram (world rafting champs) 2017 di Yoshino River, Miyoshi City, Jepang, Sabtu (7/10/2017).

Tim JRT yang turun di kategori youth women rafting 6 (enam orang) mampu tampil tercepat mengalahkan empat pesaing lainnya. Indonesia mampu mencatatkan waktu 1 menit 35 detik 36 perdetik, unggul atas Selandia Baru yang menempel ketat Indonesia. Tim Selandia Baru mencatatkan waktu 1 menit 36 detik 13 perdetik.

Peringkat ketiga diraih Rusia dengan catatan waktu 1 menit 36.16. Diikuti Inggris pada peringkat keempat dengan  catatan waktu 1 menit 55 detik 96 perdetik, dan terakhir ada Jepang dengan 1 menit 56 detik 37 perdetik.

Dengan hasil tersebut, maka tim JRT Indonesia yang berasal dari Jawa Barat ini mampu mempertahankan juaranya. Sebelumnya meraih gelar ini pada world rafting championsip 2015, di Sungai Citarik, Kabupaten Sukabumi.

Pelatih tim junior rafting Indonesia, Aceng mengatakan, Dirinya sangat bersyukur atas pencapaian luar biasa anak asuhnya. Menurut dia, dengan segala permasalahan yang ada, para atletnya tetap tampil gigih demi mengharumkan nama Indonesia dan Jawa Barat di dunia.

“Saya salut dengan perjuangan mereka. Mereka tetap fokus untuk latihan, latihan dan latihan meski kita tahu untuk sampai ke Jepang saja ini suatu keajaiban. Dan, Alhamdulillah perjuangan anak-anak membuahkan hasil,”ujarnya.

Dia menambahkan, selama di Jepang tim harus menghadapi kondisi cuaca yang sangat ekstrem yaitu minus 12 derajat celcius. Namun, dengan persiapan yang matang serta diberi waktu untuk beradaptasi tim akhirnya mampu memberikan performa terbaik.

“Alhamdulilah dengan persiapan matang sebelum keberangkatan dengan menggelar camp selama 71 bulan, kendala cuaca ini bisa tim atasi. Apalagi kami juga dibantu panitia setempat dengan disewakan perahu untuk melakukan trial di Sungai Yoshino yang dijadikan tempat lomba,”katanya.

Menurut dia, keunggulan Indonesia lainnya adalah postur tubuh dibandingkan peserta lainnya. Pihaknya juga mengaku memiliki motivasi yang berlipat untuk bisa menunjukkan performa terbaik.

“Kami memiliki postur yang lebih dibandingkan peserta lainnya. Selain itu dengan motivasi yang lebih sebelum berangkat membuat kami semakin bersemangat untuk bisa tampil yang tercepat,” ucapnya. (B2)