Atlet Renang Jabar, Triady Fauzi Berharap Jadi PNS

BANDUNG, – Prestasi atlet renang asal Jawa Barat, Triady Fauzi Sidiq sangat mengharumkan nama Jawa Barat, bahkan mungkin Indonesia. Segudang prestasi telah ia dapatkan dan terakhir ia mendapat 8 medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 lalu di Jawa Barat.

Triady pun menjadi atlet pertama yang memecahkan rekor renang pada ajang PON XIX di nomor 200 meter gaya ganti yang sebelumnya dipegang oleh Albert Sutanto. Kucuran bonus dari Pemerintah Jawa Barat pun mengalir untuk Triady hingga mencapai Rp 2 Milyar lebih.

Jelang PON 2020 di Papua nanti, godaan yang menggiurkan Triady datang dari beberapa daerah. Namun, Triady tetap berpendirian membela Jawa Barat. “Saya tetap akan membela Jawa Barat walaupun ada tawaran dari daerah lain yang lebih menggiurkan, tapi saya tidak tergiur dengan materi. Saya lahir di Jabar tentu harus membela Jabar,” cetus Triady, Selasa (24/5/2017) di Jalan Trunojoyo, Bandung.

Namun, dalam tiga kali PON membela Jabar, diakui Triady ada satu hal harapan yang ingin segera didapatnya, yakni menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat. “Ya, sebagai atlet renang asal Jabar  saya sangat ingin punya pekerjaan tetap sebagai PNS di Jabar juga. Apalagi saya sudah mengharumkan nama Jabar karena sebagai atlet akan ada batasnya. Kalau sudah jadi PNS saya merasa tenang dan bisa nyambi jadi pelatih renang, jika sudah tidak jadi atlet lagi,” ucap Triady.

Diakui Triady usai menyabet 8 medali emas di PON XIX 2016, Ketua KONI Jabar sempat menjanjikan akan mengirimkannya ke Korea untuk coaching clinic tapi sampai saat ini belum terealisasikan. “Tapi saya lebih berharap jadi PNS karena untuk ke depannya juga,” kata Triady lagi.

Kini Triady sedang mempersiapkan diri untuk kejuaraan di beberapa negara Eropa, seperti Barcelona dan Prancis. “Ya, sekarang sedang fokus persiapan Grandfix di tiga negara, diantaranya Barcelona dan Prancis pada 5-20 Juni 2017 mendatang. Itu sifatnya terbuka jadi semua negara bisa mengikuti. Indonesia sendiri mengirimkan enam orang, salah satunya saya,” kata Triady.(B4)