Aturan Pembatasan Usia Atlet Diserahkan ke Masing-masing Cabang Olahraga

BANDUNG, – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat akan menyerahkan kepada setiap cabang olahraga terkait pembatasan usia atlet yang akan diterapkan pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII/2018. Meski demikian, pihaknya sudah memiliki konsep terkait pembatasan usia atlet tersebut.

“Untuk pembatasan usia ini cukup sulit kita tetapkan. Selain berkaitan dengan nasib atlet kedepan, juga dengan target Jabar mempertahankan gelar juara umum pda PON XX di Papua,” ujar Wakil Ketua II KONI Jabar Bidang Pembinaan Prestasi, Verdia Yosef saat ditemui di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Jumat (7/4/2017).

Yosef menuturkan, pihaknya harus melakukan kajian-kajian terlebih dahulu dalam menentukan format pembatasan usia di setiap cabang olahraga. Pasalnya, selain untuk menunjang proses pembinaan dan regenerasi atlet di setiap cabang olahraga, pembatasan usia ini pun akan berkaitan dengan pemetaan kekuatan di nasional.

Berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, terdapat sekitar 12 ribu atlet Jabar yang menempati ranking 1 sampai 8 di level nasional di setiap cabang olahraga. Dari total 12 ribu atlet, lebih dari setengahnya tidak akan bisa bermain di Porda Jabar XIII jika wacana pembatasan usia atlet 23 tahun diterapkan.

“Kalau misalkan di Porda Jabar XIII ini kita lakukan pembatasan usai sedangkan di PON XX tidak ada pembatasan usia, ini kan bahaya. Begitu pun kalau terjadi sebaliknya. Jadi kita butuh sebuah konsep yang matang terkait pembatasan usia tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Komunikasi KONI Jabar, Lily Rolina menambahkan, pembatasan usia atlet pada PON XX tahun 2020 mendatang di Papua kemungkinan besar tidak akan diterapkan. Hal ini sesuai dengan komunikasi yang sudah dilakukan pihaknya dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam hal ini dengan Plt Deputi Peningkatan Prestasi dan Iptek Olahraga Kemenpora, Washington.

“Memang ada draft permen (Peraturan Menteri) terkait pembatasan usia atlet di PON yang sedang dalam pembahasan. Namun kemungkinan besar, peraturan terkait pembatasan usia atlet di PON tersebut tidak akan bisa diterapkan di PON XX di Papua,” ujar Lily.

Lily menambahkan, berdasarkan komunikasi dengan pihak Kemenpora, pembatasan usia atlet tersebut diserahkan langsung kepada setiap pengurus besar cabang olahraga berkaitan. Untuk itu, pihak cabang olahraga menjadi pihak yang paling berhak dalam menentukan pembatasan usia atlet mereka.

“Jadi untuk pembatasan usia atlet ini diserahkan kepada induk cabang olahraga masing-masing. Kalau mau melakukan pembatasan usia dipersilakan, kalau pun tidak ya tidak masalah,” tegasnya. (B3)