Bareng UKM Bola Voli UPI, PBVSI Jabar Gelar Pelatihan Wasit Daerah

BANDUNG,- Sebanyak 61 orang mengikuti pelatihan wasit bola voli tingkat Jabar yang berakhir pada Rabu (23/8/2017). Pelatihan wasit tingkat Jabar tersebut digelar selama lima hari sejak Sabtu (19/8/2017) lalu di kampus FPOK UPI, Jalan PHH Mustofa (Suci) Kota Bandung.
Ketua Pelaksana, Hadi Dermawan menuturkan, pelatihan wasit digelar atas inisiasi UKM Bola Voli UPI dan bekerjasama dengan Pengprov PBVSI Jabar. Peserta pada pelatihan sendiri, ‎berasal dari Pengcab PBVSI Kota dan Kabupaten di Jabar serta mahasiswa keolahragan dari beberapa universitas.
“Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan UKM Bola Voli UPI meski pada dua tahun terakhir tidak digelar. Kita hadirkan pemateri yang merupakan wasit internasional dari Pengprov PBVSI Jabar‎. Untuk materi sendiri mulai dari teori hingga praktek dalam sebuah simulasi pertandingan,” ujar Hadi saat ditemui di sela-sela pelaksanaan pelatihan, Rabu (23/8/2017).
Kepala Bidang ‎Perwasitan Pengprov PBVSI Jabar, Apendi AS mengapresiasi inisiasi dari UKM Bola Voli UPI menggelar pelatihan wasit yang menggandeng Pengprov PBVSI Jabar. Setiap peserta pelatihan sendiri, akan mendapatkan sertifikat kepelatihan wasit tingkat Jabar yang dikeluarkan PBVSI Jabar.
“‎Untuk pelatihan wasit yang digelar pihak ketiga ini, tidak masalah sepanjang mereka punya kepedulian terhadap perkembangan bola voli. Dan kita dari Pengprov PBVSI Jabar bisa mengeluarkan sertifikat daerah‎ selama instruktur hingga aturannya sesuai dengan yang dikeluarkan Pengprov PBVSI Jabar,” ujar Apendi.
Apendi menambahkan, secara kuantitas, Jabar memiliki cukup banyak wasit dari setiap kota dan kabupaten. Namun dari sisi kualitas, hanya sebagian kecil saja yang mempu memimpin pertandingan dengan baik.
‎”Kalau dari sisi kualitas, kita akui masih bisa dihitung dengan jari. Ini terbukti dari minimnya wasit bola voli asal Jabar yang memiliki sertifikat FIVB atau internasional‎. Di Jabar itu baru ada dua orang saja yang punya sertifikat FIVB yakni saya sendiri dan Raditya,” terangnya.
‎Dari pelatihan ini, pihaknya berharap mampu melahirkan wasit bola voli Jabar berkualitas. Pasalnya, dilihat dari peserta pelatihan yang didominasi mahasiswa, cukup berpotensi dan berusia muda.
“Potensi wasit yang masih berusia muda ini, sesuai harapan kita untuk melahirkan wasit dibawah usia 30 tahun. Kita dari PBVSI Jabar ingin mencetak wasit berkualitas dengan sertifikat internasional sehingga bisa bertugas di even-even nasional hingga internasional, tidak hanya di pertandingan level kota atau kabupaten saja,” tuturnya.
Untuk itu, lanjut Apendi, pihaknya pun akan memproyeksikan wasit-wasit muda ini untuk bisa mendapat sertfiikat wasit tingkat nasional. Pasalnya, pelatihan wasit dan pelatih tingkat nasional rencananya akan digelar di Bandung pada bulan Mei 2018 mendatang.
“Sehingga wasit asal Jabar tidak hanya unggul dari sisi kuantitas tapi juga dari sisi kualitas. Kita pun akan melakukan upgrade wasit menjelang pelaksanaan Porda Jabar XIII sehingga kualitas wasit yang akan bertugas nanti bisa dipertanggungjawabkan dan tidak diragukan,” pungkasnya. (B3)