Boling Kota Bandung Targetkan Lima Emas di Porda 2018

BANDUNG, – Persatuan Boling Indonesia (PBI) Kota Bandung menargetkan bisa menyumbang sedikitnya 5 medali emas di Porda XIII Kabupaten Bogor 2018.
Ketua Umum PBI Kota Bandung Dicky Wijaya mengatakan, pada 2014 cabor boling tidak berkesempatan berkontribusi bagi kontingen Kota Bandung karena boling memang tidak dipertandingkan.
Jika dipertandingkan, Dicky melansir bahwa cabor boling bisa memberikan kontribusi besar bagi Kota Bandung. Apalagi ketika itu Kota Bandung masih memiliki sejumlah bintang yang akhirnya hengkang dan menyabet medali emas PON XIX 2016 bagi kontingen DKI Jakarta dan Jatim.
Porda XIII 2018 nanti, kata Dicky, membuka peluang cabor boling untuk kembali bersumbangsih bagi kontingen Kota Bandung. Oleh karena itu, PBI Kota Bandung pun tak segan mematok target untuk menyabet sedikitnya 5 dari 11 emas yang rencananya akan diperebutkan di Kabupaten Bogor.
Target itu dinilai tidak muluk-muluk, karena Kota Bandung masih memiliki peboling andalan yang mendominasi 90 persen tim PON XIX Jabar. “Dengan usia yang masih relatif muda, mereka masih bisa bermain di Porda 2018 bahkan sampai PON 2020,” katanya saat dihubungi Senin, (17/4/2017)..
Meskipun demikian, Dicky menyadari bahwa kepastian dipertandingkannya cabor boling di Porda XIII harus didukung oleh kesiapan pengcab PBI kota/kabupaten se-Jabar. Minimal harus ada 7 pengcab yang ikut serta agar boling benar-benar bisa dipertandingkan.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Bidang Organiasasi PBI Jabar, Dicky sendiri tak menampik jika saat ini pengcab yang aktif dan memiliki atlet maish minim. Oleh karena itu bersama PBI Kota Bandung, Dicky menggagas klub baru yang menamakan diri Boling Bandung (Bolband).
Klub tersebut, ujar Dicky, senagaja dibentuk untuk mewadai potensi-potensi peboling dari berbagai daerah. ” Walaupun digagas oleh Kota Bandung, klub ini membuka kesempatan bagi peboling daerah lain untuk berlatih bersama,” ujarnya.
Melalui kompetisi rutin yang bertajuk “Liga Bolband Tri”, klub itu diharapkan bisa menelurkan peboling-peboling masa depan bagi Kota Bandung dan daerah lain. Dengan begitu, peboling Kota Bandung bisa terus mengasah diri sedangkan peboling dari daerah juga bisa ikut berkembang dan menjadi atlet Porda bagi daerahnya masing-masing.
Hal itu terbukti dalam babak Final Liga Bolband Tri IV 2016 yang berlangsung di Siliwangi Bowling Center, Minggu (16/4/2017) petang. Sebanyak 20 finalis merupakan perwakilan dari 7 kota/kabupaten di Jabar.
Dalam final tersebut, atlet PON XIX asal Kota Bandung Adhiguna Widiantoro memang masih menunjukan kelasnya sebagai salah seorang peboling terbaik Jabar dengan menjadi juara. Ia menyabet posisi teratas dengan total jatuhan 1501 pin dan average 184.
Meskipun demikian, sejumlah potensi baru dari daerah lain juga bermunculan. Bahkan mereka mampu menyaingi peboling PON XIX Jabar lain, M. Wildan yang harus puas di posisi ke-11 dan Andyka yang pernah masuk tim pelatda PON XIX Jabar pun hanya finis di urutan ke-4.
Pelatih Boling Jabar Adi Soesetio mengakui kemunculan potensi besar dari berbagai daerah di luar Kota Bandung tersebut. Meskipun Kota Bandung masih diunggulkan, setidaknya potensi tersebut bisa membuat peta persaingan cabor boling di Porda XIII semakin menarik.
“Untuk putri memang masih dikuasai Kota Bandung karena ada Nadia Pramanik, Alisha Nabila dan Priyanka yang mewakili Jabar di PON XIX. Namun untuk putra ada pesaing Adhiguna seperti Wibianzo dari Kota Bogor dan Alex dari Kota Cirebon. Ini akan kami evaluasi untuk memetakan kekuatan atlet Jabar di PON 2020,” tutur Adi. (B8)