Catur Kota Bandung Siap Pertahankan Juara Umum Kejurda di Majalengka

BANDUNG, – Meski tak berani mematok jumlah medali, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Bandung tetap bertekad mempertahankan gelar juara umum Kejurda Catur Jabar di Kabupaten Majalengka, 14-20 Mei 2017 mendatang.
Guna mencapai target tersebut, Percasi Kota Bandung pun telah menggelar seleksi di ajang Kejurcab Sabtu (14/4/2017). Dari ajang tersebut, 7 pecatur putra dan 7 putri di kelompok junior serta 3 pecatur putra dan 3 putri senior akan dijaring menuju Kejurda.
“Nanti mereka akan bergabung bersama para pecatur yang mendapat wildcard karena pernah meraih medali pada Kejurda Catur Jabar di Kabupaten Bogor 2016 lalu,” tutur Sekretaris Umum Percasi Kota Bandung Salahudin Al Ayubi.
Pria yang akrab disapa Ayub ini menambahkan, pihaknya tak mau muluk-muluk. menetapkan target. Berapapun medali emas yang diraih nanti tidak begitu penting selama Kota Bandung mampu mempertahankan gelar juara umum.
Target tersebut memang cukup masuk akal mengingat target menambah medali emas di Kejurda 2017 bukanlah hal yang mudah. Soalnya pada Kejurda 2016, Kota Bandung memang mencatat rekor baru sepanjang sejarah Kejurda Catur Jabar dengan meraih 8 emas.
Sebelumnya, juara umum Kejurda Catur Jabar memang biasanya hanya mampu mengoleksi paling banyak 6 emas. “Oleh karena itu untuk menargetkan jumlah emas lebih dari tahun kemarin jelas sangat berat,” kata Ayub.
Selain jumlah yang harus dilampaui cukup besar, Ayub menilai peluang emas yang bisa diraih Kota Bandung di Kejurda 2017 belum bisa diprediksi. Apalagi para peraih emas 2016, kini harus naik kelas dan tak lagi bisa bermain di kelompok usia yang mereka ikuti sebelumnya.
Dalam kondisi seperti itu, Ayub hanya berharap para atlet lapis kedua mampu mengulang dan menyamai prestasi seniornya di Kejurda 2016. Sementara para peraih emas 2016, diharapkan tetap bisa mengukir prestasi maksimal meski harus bermain di kelompok usia yang lebih tinggi tahun ini.
Terkait persiapan Porda XIII, Kejurcab dan Kejurda dilansir Ayub sebagai salah satu ajang penilaian bagi para atlet untuk bisa masuk tim bayangan Kota Bandung. Namun penilaian akan mencapai puncaknya pada seleksi resmi tim bayangan pada akhir April atau awal Mei 2017.
“Jadwal seleksi tersebut Insya Allah tidak akan mundur karena sesuai instruksi KONI Kota Bandung, semua cabor harus sudah memiliki tim bayangan Porda XIII pada awal Juni 2017,” ujar Ayub.
Dalam seleksi tersebut, akan dijaring sekitar 13 pecatur tambahan untuk masuk tim bayangan Porda Kota Bandung. Mereka akan digabungkan dengan 11 pecatur junior yang mendapat wildcard dari Percasi Kota Bandung.
Menurut Ayub, Wildcard tersebut diberikan kepada para pecatur junior yang dinilai memiliki potensi besar untuk menyumbang medali. Soalnya mereka sudah menunjukan prestasi cukup gemilang di berbagai kejuaraang tingkat daerah sampai internasional.
Terkait target di Porda, Ayub pun tak mau terlalu sesumbar. Sama seperti Kejurda, catur Kota Bandung pun saat ini memang tengah memegang catatan baru di Porda.
“Pertama kali catur Kota Bandung meraih emas Porda adalah pada 2010 dan itu hanya 1. Pada Porda 2014, prestasi itu melonjak tajam menjadi 3 emas. Jadi harapan di 2018 kami bisa berkontribusi lebih banyak terhadap raihan emas KOta Bandung di Porda Kabupaten Bogor,” tutur Ayub. (B8)***