Delapan Pesilat Jabar Jadi Bagian Tim Pelatnas Pencak Silat Indonesia

BANDUNG,- Sebanyak delapan atlet silat asal Jawa Barat masuk dalam komposisi tim pelatnas Pencak Silat Indonesia untuk gelaran multieven olahraga, SEA Games XXIX/2017 di Malaysia pada 19-31 Agustus mendatang. Saat ini, komposisi tim pelatnas Pencak Silat Indonesia masih berjumlah 26 atlet yang akan disusutkan menjadi 23 atlet.

Pelatih Tim Nasional Pencak Silat Indonesia asal Jabar, Ika Lesmana menuturkan, dari delapan atlet yang saat ini masih tergabung di pelatnas, sebanyak dua atlet masih bersaing dengan atlet asal provinsi lain untuk mengisi satu tempat inti. Kedua atlet tersebut yakni Wewey Wita di nomor tanding kelas B putri dan Selly Andriyani di nomor tanding kelas D putri.

“Untuk enam atlet lain yakni Asep Wildan, Nunu Nugraha, dan Anggi Faisal di nomor regu putra, lalu Hanifan Yudani Kusuma di nomor tanding kelas C putra, Eka Yulianto di nomor tanding kelas G putra, dan Nirmala Sari Oktaviani di nomor tanding kelas A putri. Mereka sudah dipastikan masuk sebagai tim inti,” ujar Ika saat ditemui di sekretariat Pengda IPSI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Minggu (4/6/2017).

Secara kualitas, Ika menambahkan, kedua atlet Jabar yang masih bersaing dengan atlet lain punya peluang menembus komposisi tim inti. Pasalnya, kedua atlet tersebut sudah mampu memperlihatkan prestasi terbaik mereka di kelas masing-masing.

Di kelas B putri, Wewey Wita bersaing memperebutkan satu tempat inti dengan atlet Jateng, Sri Rahayu. Sedangkan Selly Andriyani akan bersaing memperebutkan satu tempat inti di kelas D putri dengan atlet Jatim, Sarah Tria Monita yang sebelumnya bertanding di kelas C putri.

“Kalau untuk Wewey, peluang dia cukup besar untuk lolos ke komposisi tim inti. Kalau untuk Selly, masih fifty-fifty,” tambahnya.

Pada laga uji coba yang digelar Sabtu (3/6/2017) malam kemarin, Wewey mampu menang telak atas saingannya Sri Rahayu dengan skor 5-0. Sementara itu, Selly harus berjuang keras untuk bisa mengalahkan pesilat Jatim, Sarah Tria Monita meski akhirnya menang dengan skor 5-0.

Sementara terkait peluang atlet Jabar menyumbangkan medali bagi tim Pencak Silat Indonesia di SEA Games 2017, Ika mengaku peluangnya cukup terbuka. Pasalnya, secara teknis, para pesilat Indonesia khususnya Jabar masih unggul dibanding pesilat dari negara lain di Asia Tenggara.

Di kelas C putra, Hanifan merupakan pemegang medali emas pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat ke-17 di Denpasar, Bali, 3-8 Desember 2016 lalu, serta pada turnamen Belgia Open 2017 di Schoten, Belgia, 6-7 Mei lalu. Kemudian Nirmala Sari Oktaviani, meraih medali emas di Kejuaraan Dunia Pencak Silat ke-17 di Denpasar, Bali, 3-8 Desember 2016 lalu di kelas B putri serta merebut medali emas di turnamen Belgia Open 2017 di Schoten, Belgia, 6-7 Mei lalu di kelas A putri.

Sementara itu, Wewey Wita merupakan peraih dua medali perak pada ajang SEA Games 2013 di kelas B putri dan SEA Games 2015 di kelas C putri. Selain itu, Wewey pun meraih medali emas di turnamen Belgia Open 2017 di Schoten, Belgia, 6-7 Mei lalu, di kelas B putri. Sedangkan Selly merupakan peraih medali perunggu kelas D putri pada SEA Games 2015, medali emas kelas D putri di Kejuaraan Dunia Pencak Silat ke-17 di Denpasar, Bali, 3-8 Desember 2016 lalu, serta medali emas kelas D putri pada turnamen Belgia Open 2017 di Schoten, Belgia, 6-7 Mei lalu.

“Jadi secara teknis, pesilat asal jabar berpeluang meraih medali emas pada SEA Games 2017 di Malaysia di kelas mereka masing-masing. Hanya saja kita tinggal mengantisipasi faktor non teknis yang kemungkinan besar akan ‘dimainkan’ tuan rumah Malaysia seiring dengan target mereka yang juga ingin meraih juara umum di cabang olahraga pencak silat,” tegasnya. (B3)