FORKI Jabar Apresiasi Kaderisasi Atlet Junior

BANDUNG,.- Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olah Raga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jawa Barat mengapresasi langkah kaderisasi atlet junior yang dinilai sudah membuahkan hasil. Hal tersebut dapat dilihat dari pencapaian tim karate Jabar pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Mendagri XIX Tahun 2017, yang berlangsung pada tanggal 24-26 Maret, di GOR Saburai, Bandar Lampung.

Tim karate junior Jabar mampu meraih 4 medali emas, 1 medali perak, dan 5 medali perunggu. Hasil ini juga mengantarkan Jawa Barat tetap eksis sebagai provinsi papan atas prestasi karate di Indonesia dengan menduduki peringkat lima klasemen akhir.

Lima medali emas yang disumbangkan karateka Jabar diraih oleh Ivan Taher (junior kata perorangan putra), Ivan Taher, Erick Samuel, Rinad Akhri (junior kata beregu putra), Chesa Fadilla (Cadet +54 kg Putri), Muhammad  Ghalib (U21 -84 kg Putra).

Sementara satu medali perak disumbangkan Tegar Januar  yang  turun di nomor kumite U21 -60 kg putra. Medali perunggu ditorehkan Dyah isnaini (cadet -54kg Putri), Naufal Akbar (cadet +70 kg Putra), Zahro Azhar (Junior -59 kg Putri), Irfan Arsal (U 21 Kata Perorangan Putra), dan Aditya Pratama (U21 +84 kg Putra).

Pada kejurnas tersbut Jabar sengaja menurunkan atlet-atlet junior yang disiapkan sebagai pelapis atlet senior. ”Hasil ini cukup membanggakan. Ini modal positif dari program kaderisasi yang FORKI Jabar lakukan dari mulai pelatih hingga atlet,” tutur Ketua II Bidang Pembinaan dan Prestasi FORKI Jabar, Arif Hardiana, di sekertariat FORKI Jabar, GOR Sasakawa, Jalan Pajajaran.

Arif mengtakan, program kaderisasi ini memang menjadi bagian dari program utama saat ini. Hal ini tidak terlepas dari keinginan FORKI Jabar untuk menggali potensi yang dimiliki karateka Jabar.

Meski mampu meraih hasil yang ukup memuaskana. Namun, Arif menilai masih banyak hal yang harus diperbaiki mulai dari sisi kemampuan dan mental atlet. Dia pun menegaskan, tidak ada jaminan bahwa karateka yang ikut dalam kejuaraan ini akan terus menjadi pilihan FORKI Jabar untuk turun diberbagai kejuaraan nasional ataupun internasional.

”Tetap ada evaluasi. Atlet dan pelatih masih harus terus melakukan perbaikan, sebab kejuaraan-kejuaraan ini hanya sebagian proses dari tujuan kita, mempertahankan Jabar Kahiji di PON 2020 Papua,”katanya.

Tahun 2017 ini, masih ada kejuaraan-kejuaraan yang layak dijadikan tolok ukur kemampuan para karateka Jabar, seperti Kasad Cup dan Panglima Cup. Belum lagi Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2018 di Kabupaten Bogor.

Menurut Arif, kejuaraan-kejuaraan harus dimanfaatkan para karateka Jabar sebagai panggung untuk mengukir prestasi. ”Belum lagi kejuaraan di luar negeri. Tidak jarang kita kirim atlet untuk mengikuti kejuaraan di luar negeri agar mempunyai jam terbang dan mental bertanding tangguh,”ujarnya. (B5)