IPSI Kota Bandung Berharap Pembatasan Usia Atlet Pencak Silat Segera Ditetapkan

BANDUNG,- Menjelang pelaksanaan babak kualifikasi Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII cabang olahraga pencak silat yang rencananya digelar bulan November 2017, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bandung meminta pihak KONI Jabar serta Pengprov IPSI Jabar duduk bersama menyelesaikan permasalahan aturan. Salah satunya berkaitan dengan pembatasan usia atlet yang bisa berlaga di Porda Jabar XIII.
Ketua Umum Pengcab IPSI Kota Bandung, Cece Muharam menuturkan, aturan pembatasan usia atlet yang akan berlaga di Porda Jabar XIII cabang olahraga pencak silat masih simpang siur di level pengcab kota/kabupaten. Hal ini seiring dengan keinginan Pengprov IPSI Jabar membatasi usia atlet di rentang usia 17-21 tahun.
“Langkah bijak yang harus dilakukan yakni bagaimana Pengprov IPSI Jabar dan KONI Jabar duduk bersama untuk mengambil keputusan terkait pembatasan usia ini. Kami dari kota/kabupaten butuh kepastian karena berkaitan dengan pengiriman atlet ke babak kualifikasi atau Porda Jabar XIII dan itu bersinggungan juga dengan anggaran,” ujar Cece saat ditemui di sekretariat IPSI Kota Bandung, GOR Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung, Kamis (9/11/2017).
Cece menilai, pembatasan usia atlet yang diinginkan Pengprov IPSI Jabar pada Porda Jabar XIII terlalu tergesa-gesa. Sebelum pembatasan usia atlet tersebut diberlakukan, seharusnya dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada setiap pengcab kota/kabupaten sejak jauh-jauh hari.
“Kita mendukung keinginan IPSI Jabar kalau Porda itu pendekatannya lebih ke pembinaan sehingga diterapkan pembatasan usia 17-21 tahun. Namun di sisi lain, itu terlalu tergesa-gesa karena diterapkan secara keseluruhan. Harusnya berproses dulu, tidak bisa langsung diterapkan,” terangnya.
Yang menjadi kekhawatiran pihaknya, lanjut Cece, yakni hengkangnya beberapa atlet potensial Jabar yang masih bisa berprestasi dilevel nasional atau bahkan internasional namun dari sisi usia sudah melebihi 21 tahun. Hal ini akan menjadi kerugian tersendiri bagi Jabar saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 mendatang di Papua.
“Jadi KONI Jabar sebagai pemegang otoritas dan IPSI jabar harus segera duduk bersama mencari solusi terkait hal ini. Apakah akan ditetapkan 17-21 tahun dengan resiko tadi, atau dengan ketentuan batasan usia 17-21 tahun plus,” tambahnya.
Dari dua opsi tersebut, Cece mengaku jika pihaknya siap menerima segala keputusan yang akan diambil. Pasalnya, Kota Bandung memiliki atlet potensial di rentang usia 17-21 tahun maupun diatas 21 tahun.
“Mau ditetapkan 17-21 tahun kita siap, begitu pun dengan ketentuan 17-21 tahun plus. Tapi intinya, kita harus melihat potensi atlet diatas 21 tahun yang masih berpeluang untuk berprestasi di level nasional. Kalau misal ketentuan batasan usia ini diterapkan di Porda Jabar yang akan datang, saya kira akan lebih baik karena sudah bisa dilakukan sosialisasi jauh-jauh hari,” tegasnya. (B3)