Jabar Jadi Pilot Project Pembinaan Atlet Hoki Usia Dini

BANDUNG,- Pengurus Besar (PB) Persatuan Hockey Seluruh Indonesia (PHSI) menjadikan Jawa Barat sebagai pilot project dalam pembinaan cabang olahraga hoki di Indonesia. Salah satunya dengan menyiapkan bantuan alat-alat pertandingan cabang olahraga hoki seperti stik dan bola.

Ketua Umum PB PHSI, Raj Khumar Singh menuturkan, pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi dan memasyarakatkan olahraga hoki kepada masyarakat umum. Hal ini dilakukan agar proses pembinaan dan regenerasi atlet di cabang olahraga hoki bisa terus berjalan dan berkembang dengan baik.

“Salah satu upaya kita yakni dengan terus menggelar berbagai acara di daerah-daerah. Salah satunya perayaan gelaran Olympic Days di Kota Bandung yang melibatkan ratusan anak-anak dari sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Jabar,” ujar Raj Khumar Singh saat ditemui di Bandung, baru-baru ini.

Gelaran Olympic Days sendiri, lanjutnya, merupakan peringatan diakuinya olahraga hoki sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di multieven olahraga tingkat dunia, Olimpiade. Peringatan Olympic Days cabang olahraga Hoki pun dipusatkan di Kota Bandung, Jabar, sebagai salah satu daerah dengan pembinaan terbaik di cabang olahraga hoki.

“Kita akui kalau pembinaan cabang olahraga hoki di Jabar ini paling baik dan harus dicontoh oleh daerah-daerah lain. Namun pelaksanaan pembinaan ini tidak akan berjalan jika tidak ada dukungan peralatan, untuk itu kami dari PB PHSI akan memberikan bantuan peralatan seperti stik dan bola bagi enam sekolah dasar di Jabar. Kenapa kita berikan kepada SD, karena kita berupaya menyasar dari lapisan usia dini untuk mendorong regenerasi atlet di cabang olahraga hoki,” tuturnya.

Sebagai bahan evaluasi, Raj Khumar Singh menambahkan, pihaknya akan mendorong setiap daerah, khususnya Jabar, untuk menggelar kompetisi setiap tiga atau empat bulan sekali. Dengan demikian, akan terlihat bibit atlet dari kalangan usia dini yang bisa dibina lebih lanjut sebagai atlet hoki.

“Jadi kita bisa lihat siswa SD yang memang minat untuk menjadi atlet hoki serta talenta atlet usia dini sekaligus kita bisa melihat bibit atlet hoki potensial yang muncul. Dan dari Jabar lah kita mulai proses pembinaan atlet usia dini di cabang olahraga hoki. Jabar ini jadi pilot project kita, tapi harus ingat juga jika beberapa provinsi lain pun mulai bangkit melakukan pembinaan olahraga hoki seperti di Papua,” tegasnya.

Ketua Umum Pengprov PHSI Jabar, Sumardiyanto menambahkan, sesuai dengan harapan PB PHSI, pihaknya akan terus berupaya mendorong lahirnya atlet-atlet usia dini di setiap kota/kabupaten di Jabar. Saat ini, PHSI Jabar sudah memiliki sebanyak 17 kepengurusan PHSI di kota/kabupaten.

“Kita pun terus mendorong 17 pengcab PHSI kota/kabupaten ini melakukan pembinaan secara rutin dan berjenjang sehingga bisa lahir atlet-atlet hoki yang baru. Kita pun akan siapkan kejuaraan dengan jenjang usia berlapis mulai dari usia 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun, 16 tahun, 18 tahun, 20 tahun hingga usia 23 tahun. Bahkan kalau PB PHSI meminta kita untuk mengirimkan wakil pada kejuaraan dunia hoki usia 12 tahu di Kazakhstan dan India, kita pun akan menyiapkan atletnya,” ujar Sumardiyanto.

Sumardiyanto pun mengakui jika proses regenarasi atlet hoki di Jabar merupakan yang paling cepat diantara provinsi lain di Indonesia. Hal tersebut pula lah yang menjadikan Jabar ditunjuk sebagai pilot project pembinaan usia dini cabang olahraga hoki serta menjadi pilot project pelatnas hoki Indonesia.

“Salah satu bukti pembinaan di Jabar cukup berhasil, hampir 50 persen atlet pelatnas hoki itu berasal dari Jabar. Bahkan beberapa atlet asal Jabar yang berdomisili di kota/kabupaten yang berdekatan dengan ibukota, hampir 40 persen membela tim DKI Jakarta di beberapa even nasional,” pungkasnya. (B3)