Jabar Peringkat Kedua Kejurnas Judo Senior

BANDUNG, – Tim judo senior Jawa Barat hanya mampu menempati peringkat kedua, Kejurnas Judo Cadet, Junior, dan Senior Kartika Cup X Tahun 2017, setelah meraih 5 medali emas, 3 medali perak, dan 3 medali perunggu, pada kejuaraan yang berlangsung di C-Tra Arena, Jalan Cikutra, Minggu (21/5/2017). Periiingkat pertama kategori senior ditempati DKI Jakarta setelah mengumpulkan 5 emas, 4 perak, dan 3 perunggu.

Lima medali emas untuk tim judo senior Jabar diraih  oleh Ayudhia pada kelas 48 kg putri,  Asti puspa dewi kelas 63 kg putri, Mia Mauludini kelas +78kg putri, Pendi Martin kelas 66 kg putra, dan Billy sugara kelas +100kg putra.
Sementara pada ketgori kadet, Jabar mampu meraih juara umum bersama setelah meraih medali yang sama dengan Bali yaitu 4 medali emas, 1 medali perak, dan 6 medali perunggu.
Peringkat ketiga direbut Banten yang hanya mengumpulkan 3 medali emas dan 2 medali perunggu. Diikuti Jawa Timur pada posisi keempat dengan 2 emas, 4 perak, dan 6 perunggu. Sementara DKI Jakarta hanya bisa menempati peringkat kelima dengan 1 emas, 4 perak, dan 1 perunggu.
Juara umum kategori junior diraih oleh Banten setelah mengumpulkan 6 emas, 2  perak, dan 2 perunggu. Sementara DKI Jakarta harus puas berada pada posisi kedua dengan 4 emas, 1 perak, dan 4 perunggu. Jawa Timur berada pada  posisi ketiga dengan  3 emas, 4 perak, dan 6 perunggu.
Posisi keempat kategori junior diduduki Bali setelah meraih 2 emas, 2 perak, dan 6 perunggu. Dan tuan rumah Jawa Barat hanya mampu menempati peringkat kelima setelah meraih1 emas, 3 perak, dan 1 perunggu.
Sementara itu, Sekertaris Umum (Sekum) Pengprov PJSI Jawa Barat, Arnold Silalahi mengaku puas melihat pencapaian para pejudo jabar pada  kejurnas kali ini, karena banyak kejutan yang dicapai oleh para pejudo baru.
“Total ada 45 atlet yang kita turunkan, dan mayoritas merupakan atlet kadet dan junior yang kemarin menjadi juara di Kejurda. Di Kejurnas Kartika Cup kali ini kita tidak ada target khusus, tapi kita tetap berusaha maksimal, karena daerah lain juga sekarang kekuatannya sudah mulai merata, ”katanya.
Arnold mengatakan, banyaknya pejudo baru yang tampil memperkuat Jawa Barat, merupakan bagian dari kaderisasi untuk menjaring pejudo potensial yang akan disiapkan untuk PON XX/2020 Papua nanti.
“Hasil ini sungguh diluar dugaan karena persiapan yang kurang maksimal dan tidak ada persiapan khusus. Juga atlet yang ikut serta bukan team terkuat jabar, karena beberapa atlet kita ada di Pelatnas dan ada juga yang tidak bisa ikutserta,”tuturnya. (B5)