Kabupaten Bandung Hanya Kirimkan Atlet yang Tembus 5 Besar Babak Kualifikasi

SOREANG, РPengiriman atlet untuk perhelatan Pekan Olah Raga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII/2018  dilakukan dengan sangat selektif oleh Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung. Ketua KONI Kabupaten Bandung Herda Gani menegaskan, hanya akan mengirimkan para atlet/cabang olah raga yang mampu menembus peringkat 5 Besar pada Babak Kualifikasi Porda.
“Kami akan berusaha mengirimkan sebanyak mungkin atlet dari BK nanti. Tapi, tidak hanya asal lolos BK. Yang akan kami kirim ke Porda Bogor adalah atlet-atlet dari cabang olah raga yang mampu menembus peringkat 5 Besar klasemen pada BK nanti,” ujar Herda saat ditemui di Kantor KONI Kabupaten Bandung, Jumat (24/8/2017).
Menurut Herda, keputusan ini diambil agar anggaran yang tersedia bisa difokuskan pada pembinaan sekaligus memberikan dukungan lebih maksimal kepada para atlet cabang olah raga yang memang berpotensi besar menyumbangkan prestasi terbaik untuk Kabupaten Bandung pada Porda nanti. Apalagi, Kabupaten Bandung punya misi untuk bisa menembus peringkat 5 Besar perolehan medali pada pesta olah raga antarkabupaten kota se-Jawa Barat itu.
“Lebih baik kami mengirim sedikit atlet, tapi yang benar-benar berpotensi memberikan prestasi terbaik daripada mengirim banyak atlet tapi tidak sebanding dengan pencapaian prestasi,” ujarnya.
Kendati hanya memprioritaskan cabang olah raga yang mampu menembus peringkat 5 terbaik babak kualifikasi, Herda mengatakan, KONI Kabupaten Bandung tidak akan melarang pengurus cabang olah raga lain yang finis di luar 5  Besar pada BK nanti untuk memberangkatkan atletnya ke Porda.
“Tapi silakan memakai biaya sendiri. Kalau ternyata di sana bisa berprestasi, ya tentu akan kami ganti. Yang pasti, prioritas kami adalah mengirimkan cabang olah raga yang masuk 5 Besar BK sehingga punya kans besar meraih medali,” ujar Herda.
Efisiensi anggaran memang menjadi salah satu prioritas KONI Kabupaten Bandung agar bisa lebih memaksimalkan pembinaan cabang olah raga. Bahkan, kata Herda, demi tujuan itu pula, pihaknya memangkas kepengurusan KONI Kabupaten Bandung pada awal tahun 2017 lalu.
“Anggaran yang kami dapat tidak besar, jadi kami harus bisa pintar-pintar menyiasati supaya anggaran itu bisa lebih dimaksimalkan untuk pembinaan cabang olah raga berprestasi. Salah satu yang sudah dilakukan adalah melalui evaluasi kepengurusan, tentunya melalui prosedur dan mekanisme yang benar. Dari awalnya 53 menjadi 35 orang pengurus. Mereka yang terkena evaluasi dan terdegradasi mayoritas adalah pengurus KONI yang rangkap jabatan di kepengurusan cabor, organisasi, atau kedinasan lain,” ujar Herda.
Dengan perampingan kepengurusan di KONI Kabupaten Bandung itu, kata Herda, banyak dampak positif yang didapatkan. Yang paling kentara adalah peningkatan alokasi dana pembinaan atlet. Pasalnya, dana operasional para pengurus yang terdegradasi bisa dialihkan untuk meningkatkan dana operasional pembinaan cabor berprestasi dan juga insentif atlet. (B7)