Kabupaten Cirebon Juara Umum Pada Kejuaraan Atletik Remaja dan Junior Jawa Barat 2017

BANDUNG,- Kontingen Kabupaten Cirebon akhirnya muncul sebagai juara umum dalam Kejuaraan Atletik Remaja dan Junior Jawa Barat 2017 di Lapangan Atletik Pajajaran, Kota Bandung, Sabtu (1/4/2017). Dengan perolehan 7 medali emas, 4 perak dan 5 perunggu, mereka mengalahkan tuan rumah Kota Bandung yang harus puas di peringkat kedua dengan 6 emas, 9 perak dan 5 perunggu.

Sementara itu, urutan ketiga ditempati oleh Kabupaten Kuningan dengan 5 emas, 2 perak dan 4 perunggu. Sementara tuan rumah Porda XIII 2018, Kabupaten Bogor hanya mampu merebut peringkat keempat dengan 3 emas, 4 perak dan 3 perunggu.

Ketua Panitia Kejuaraan, Akhmad Subarna mengatakan, kejuaraan tersebut secara keseluruhan diikuti oleh 540 atlet dari 24 kota/kabupaten. “Tiga daerah yang tidak ikut serta adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Purwakarta. Kami belum tahu alasannya seperti apa,” ujarnya.

Menurut Akhmad, kejuaraan sengaja digelar untuk menjaring atlet-atlet potensial yang nantinya akan membela Jabar di ajang Kejurnas Atletik pada 21-25 April 2017. Sejauh ini, sudah 80 atlet yang terjaring oleh PASI Jabar.

Akhmad menambahkan, jumlah tersebut terdiri atas 25 atlet remaja putra, 15 remaja putri dan sisanya junior. “Nanti akan kami ajukan terlebih dahulu ke KONI Jabar. Mudah-mudahan disetujui sehingga semuanya bisa dibawa ke Kejurnas,” katanya.

Akhmad menilai jumlah itu cukup memadai untuk memperbaiki prestasi atletik Jabar di Kejurnas. Tanpa menyebutkan jumlah medali  yang diraih, ia hanya mengatakan bahwa pada kejurnas sebelumnya, Jabar hanya berada di peringkat kedua.

April mendatang, Akhmad memasang target agar Jabar menjadi juara umum. Namun ia belum mematok target jumlah medali yang akan diraih.

Akhmad menegaskan, saat ini PASI Jabar tengah berbenah diri untuk memajukan cabor atletik. “Sebelumnya PASI Jabar terbilang jalan di tempat. Namun dalam kepengurusan baru sekarang, kami terus berupaya membenahi pembinaan agar Jabar kembali menjadi gudang atlet unggulan nasional di cabor ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, Akhmad menilai target medali tidaklah begitu penting. Soalnya medali sebanyak apapun tak akan berarti jika atlet peraihnya tidak bisa berbicara banyak di level yang lebih tinggi.

Bagi Akhmad, kualitas lebih penting ketimbang kuantitas medali. Harapan besarnya adalah atlet Jabar tidak hanya menjadi juara dan meraih emas, namun juga memecahkan rekor nasional maupun internasional di Kejurnas nanti.

Apalagi, atlet remaja dan junior yang akan diikutsertakan dalam kejurnas nanti, merupakan proyeksi Jabar untuk PON XX Papua 2020. Soalnya dengan atau tanpa batasan usia, sebagian besar atlet senior yang ikut dalam PON XIX 2016 hampir pasti tidak akan bisa turun di Papua.

“Memang soal batasan usia kami masih harus menunggu keputusan dari PB PASI dan PB PON Papua nanti. Namun jika kita siapkan atlet remaja dan junior sejak dini, kita akan siap untuk semua kondisi,” tutur Akhmad. (B8)