Kodrat Kota Bandung Percayai Petarung Muda

BANDUNG,- Meskipun tetap menargetkan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII 2018, Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Kota Bandung tetap konsisten dalam regenerasi dan pembinaan petarung usia dini. Mereka yakin bahwa petarung muda pun bisa meraih prestasi gemilang di semua level jika diberi kesempatan sejak jauh-jauh hari.
Ketua Umum Kodrat Kota Bandung Ferdi Ligaswara mengatakan, pembinaan petarung usia dini hingga remaja saat ini menjadi prioritas utama pihaknya. “Sebagai tempat lahir dan berkembangnya tarung derajat, Kota Bandung tentu saja menginginkan pengembangan olahraga ini dari sisi kuantitas dan kualitas,” ujarnya dalam acara Buka Bersama Atlet, Pelatih dan Pengurus Kodrat Kota Bandung, Sabtu (10/6/2017) petang.
Dari sisi kuantitas, kata Ferdi, Kodrat Kota Bandung terus mengembangkan jumlah organisasi termasuk satuan latihan (satlat). Bahkan sejak awal 2017, Kodrat Kota Bandung terus menyasar sekolah-sekolah agar memiliki satlat tarung derajat masing-masing.
Sementara itu dari sisi kualitas, tentunya prestasi dan prestise tetap menjadi tujuan akhir. “Jadi dari segi prestasi tentu saja kami juga memiliki target, yaitu menjadi juara umum Porda,” ujarnya.
Meskipun demikian, target tersebut dinilai Ferdi tidak harus dengan menurunkan petarung-petarung senior dengan segudang pengalamannya di berbagai event. Ia yakin, petarung-petarung muda pun bisa menorehkan prestasi karena telah dibina intensif oleh tim pelatih dan para senior mereka.
Ferdi tidak menampik jika peta persaingan cabor tarung derajat di Porda XIII sangat merata dan ketat. Namun ia tak ragu untuk memberi kesempatan kepada petarung muda untuk  berbicara dan mencapai target Bandung Juara.
Oleh karena itu petarung muda pun telah dibina jauh sebelum batasan usia diwacanakan Kodrat dan KONI Jabar. Berdasarkan informasi yang diterima, Ferdi melansir bahwa pada Porda XIII, setiap daerah hanya boleh memasukan petarung berusia di atas 27 tahun sebanyak 10 persen dari total tim.
Batasan itu jelas sangat tidak berpengaruh bagi Kota Bandung karena sejak awal seleksi tim bayangan, tim pelatcab hanya dihuni oleh 1 orang petarung usia di atas 27 tahun. Sementara sisanya relatif merupakan petarung muda berusia belasan tahun, bahkan yang termuda berusia 15 tahun. (B8)