KONI Jabar Lakukan Verifikasi Menyeluruh

BANDUNG.- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat melakukan verifikasi menyeluruh dengan melibatkan cabor, panitia PB Porda, dan atlet. Hal tersebut dilakukan agar ada sinkronisasi terkait jumlah nomor pertandingan dan cabang olah raga.

“Kita harus melakukan kajian pertama hasil dari verifikasi cabang olah raga, setelah itu kita panggil panitia Porda, dan terakhir kita panggil seluruh atlet, sehingga semuanya ada keterlibatan,”tutur Wakil Ketua II KONI Jabar, Verdia Yosef.

Wacana pembatasan usia atlet di PON yang semakin berhembus kencang, membuat KONI Jabar juga akan datang ke Kemenpora dan KONI Pusat untuk menanyakan kejelasan informasi tersebut.

Sebelumnya beredar kabar jika Kemenpora telah mengeluarkan draft mengenai pembatasan usia atelt di PON XX?2020 Papua yaitu 23 tahun. Adanya nformasi ini membuat beberapa cabang olah raga bingung, khusunya untuk menentukan usia atlet untuk Porda.

“Makanya kita lakukan verifikasi dengan melibatkan semua unsur. Nantinya hasil verifikasi ini kita ramu, sehingga KONI Jabar bisa memutuskan nomor mana yang akan dipertandingkan di Porda termasuk cabang olah raganya,”katanya.

Namun, penentuan jumlah cabang olah raga dan nomor pertandingan di Porda ini, masih sediki  terganjal dengan adanya wacana pembatasan usia yang draftnya telah dikeluarkan oleh Kemenpora.

“Kalau di Porda tidak dibatasi umur atletnya sedangkan di PON dibatasi itu bisa menjadi masalah. Begitu juga kalau di Porda dibatasi tetapi ternyata di PON Papua nanti tidak ada pembatasan umur juga akan sama,”ujarnya.

Yosef mengatakan, KONI Jabar bersama dengan perwakilan cabang olah raga dan atlet rencananya akan langsung menanyakan masalah ini baik ke Kemenpora, KONI Pusat, dan pengurus pusat atau pengurus besar cabor masing-masing. Termasuk melakukan study banding ke Papua.

Dia menambahkan, verifikasi ini ditargetkan akan selesai dalam dua bulan, dari hasil verifikasi ini nantinya akan menjadi acuan untuk menyusun buku pedoman Porda yang didalamnya akan membahas peraturan Porda.

“Setelah buku pedoman Porda ini selesai disusun, kita akan serahkan kepada Panitia Porda untuk mendistribusikan ke daerah. Setelah analisis verifikasi cabor, ada acuan sistem mutasi atlet, karena sampai saat ini aturan mutasi ini belum ada keputusan,”ucapnya.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 20 cabang olah raga yang telah diverifikasi, pada verifikasi ini diantaranya membahas beberapa hal mulai dari nomor pertandingan, usia atlet, sampai ke pemetaan nasional untuk PON.

“Kita lakukan verifikasi secara detail, karena seperti yang disampaikan ketua umum KONI Jabar bahwa Porda adalah miniature PON, kita harus menyeting Porda ini dengan baik. Hasil verifikasi akan kita sampaikan secara terbuka mulai dari cabor sampai nomor pertandingan,”tuturnya. (B5)