KONI Kota Bandung Integrasikan Data Potensi Olahraga dengan Dispora Kota Bandung

BANDUNG, – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung akan melakukan integrasi data base potensi keolahragaan yang dimiliki Kota Bandung. Mulai dari potensi atlet, pelatih, tenaga keolahragaan dan sarana prasarana olahraga.

Ketua Umum KONI Kota Bandung, Aan Johana menuturkan, integrasi data base tersebut dibutuhkan untuk menentukan kebijakan pemerintah terkait pembangunan keolahragaan di Kota Bandung. Selain itu, hal ini dilakukan agar tidak ada salah persepsi antara KONI Kota Bandung dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam hal ini dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung.

“Jadi kita akan buat MoU (nota kesepahaman) terkait penyiapan data base potensi keolahragaan di Kota Bandung ini melalui sistem teknologi informasi. Kita akan integrasikan antara data yang kita miliki dengan yang dimiliki Dispora Kota Bandung,” ujar Aan saat ditemui di sekretariat KONI Kota Bandung, Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Jumat (7/4/2017).

Dengan MoU tersebut, lanjut Aan, akan memberikan kepada kedua belah pihak terkait pendukungan terhadap pembangunan keolahragaan di Kota Bandung. Salah satunya dari sisi dukungan anggaran bagi KONI Kota Bandung. Dispora Kota Bandung pun, diakui Aan, sangat mengapresiasi dengan beberapa program kegiatan yang sudah dilakukan KONI Kota Bandung. Salah satunya dengan dukungan atlet Kota Bandung bagi keberhasilan Jabar meraih juara umum di PON XIX tahun 2016 lalu.

“Selain untuk menjalankan program kegiatan, dukungan anggaran pun digunakan untuk pemberian penghargaan atau bonus bagi prestasi yang sudah diraih atlet, pelatih dan tenaga keolahragaan di Kota Bandung. Salah satunya kita pun ingin menyiapkan anggaran untuk mendukung kiprah atlet Kota Bandung yang akan berlaga di SEA Games maupun Asian Games,” terangnya.

Sementara terkait penggunaan sarana prasarana olahraga di Kota Bandung, dengan adanya MoU tersebut, ada kesepahaman terkait aturan penggunaan sarana prasarana tersebut. Secara kronologis, KONI Kota Bandung yang mendapatkan anggaran dari Pemkot Bandung memiliki tugas dalam pembinaan olahraga prestasi di Kota Bandung. Untuk itu, kebutuhan sarana prasarana latihan bagi setiap cabang olahraga pun menjadi sebuah kemustahilan.

“Kita dapat bantuan dari pemerintah, tapi saat gunakan sarana prasarana milik pemerintah kita pun harus membayar sewa. Apakah ini tidak seperti jeruk makan jeruk. Kalau pun diharuskan melalui sewa menyewa karena setiap asset milik pemerintah harus ada pendapatan, kami pun harap tidak disamaratakan dengan pihak lain. Termasuk untuk kantor sekretariat KONI Kota Bandung di GOR Bandung, Jalan Jakarta,” tegasnya. (B3)