Kota Bandung Kuasai Kejurda dan Babak Kualifikasi Renang Porda

BANDUNG,- Kota Bandung merajai kejuaraan daerah sekaligus babak kualifikasi cabang olah raga renang Pekan Olah Raga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII/2018 yang digelar di Komal Renang Pajajaran, Jumat (25-/8/2017) sampai Minggu (27/8/2017). Babak kualifikasi ini sekaligus bisa menjadi rujukan sementara peta persaingan cabor renang pada Porda tahun depan.
Dari 40 medali emas yang diperebutkan pada babak kualifikasi (BK), atlet-atlet renang Kota Bandung mampu meraup 18 medali emas. Selain itu, Kota Bandung juga mendapatkan 10 perak dan 12 perunggu. Posisi kedua BK ditempati oleh Kabupaten Bekasi dengan total 41 medali berupa 14 emas, 22 perak, dan 5 perunggu. Kabupaten Bogor yang akan menjadi tuan rumah Porda berada di peringkat tiga dengan total enam medali, meliputi 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
Sekretaris Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Bandung Salahudin Al Ayubi mengatakan, hasil babak kualifikasi ini sesuai proyeksi. Namun demikian, hasil inti tidak bisa dijadikan patokan sepenuhnya untuk Porda nanti lantaran banyak atlet ternama andalan daerah lain yang sedang berlaga di SEA Games.
“Apalagi, mereka yang berlaga di SEA Games dan juga peraih medali PON lalu dipastikan ikut Porda tanpa perlu ikut babak kualifikasi. Jadi persaingan sebenarnya di Porda nanti akan berat,” ujar Ayub saat ditemui di arena kejuaraan, Minggu (27/8/2017).
Menilik hasil apik yang diraih pada babak kualifikasi sekaligus kejuaraan daerah ini, Ayub optimistis Kota Bandung akan sanggup mempertahankan gelar juara umum pada cabang olah raga renang.
Pada Porda edisi sebelumnya di Kabupaten Bekasi, Kota Bandung meraih total 25 medali emas yang 16 di antaranya berasal dari aquatik.
“Pada Porda di Kabupaten Bogor nanti, lomba bertambah menjadi 44 nomor. Target kami bisa dapat 40 persen atau 18-20 medali emas. Pesaing berat tentunya adalah tuan rumah (Kabupaten Bogor) dan Kabupaten Bekasi,” ujar Ayub.
Sementara itu pada kejuaraan daerah kelompok umur, Kota Bandung meraup total 132 medali berupa 52 medali emas, 40 perak, dan 40 perunggu. Peringkat kedua dihuni oleh Kabupaten Bekasi dengan total 63 medali, meliputi 36 medali emas, 20 perak, dan 7 perunggu.
Kabupaten Tasikmalaya berada di posisi tiga kejurda dengan 31 medali, meliputi 16 emas, 9 perak, dan 6 perunggu.
“Kejuaraan daerah ini menunjukkan prestasi yang diraih dari hasil pembinaan berkesinambungan sejak usia dini. Tapi sayangnya pada cabang multievent yang skalanya lebih besar, sering kali produk instan yang dikedepankan demi mendapatkan medali,” ujar Ayub.
Sekretaris Umum PRSI Jawa Barat mengatakan, kejurda sekaligu BK Porda ini diikuti oleh 467 peserta dari 27 kota kabupaten se-Jawa Barat tanpa ada pembatasan usia. Menurut dia, batasan untuk mengikuti Porda nanti adalah ketentuan limit waktu. Sementara itu Untuk kuota atlet peserta Porda sendiri belum ada ketentuan dari KONI Jawa Barat.
“Kami berharap peserta (Porda) nanti lebih banyak dari Porda di Bekasi sebelumnya. Idealnya semua daerah, 27 kabupaten kota itu punya utusan satu atau dua minimal,” ujar Torret.
Namun, tidak semua atlet wajib mengikuti BK untuk berlaga di Porda. Torret mengatakan, sesuai ketentuan yang disepakati, sejumlah atet bebas tak mengikuti BK, yakni atlet tuan rumah, atlet berprestasi pada PON 2016, dan atlet pelatnas SEA Games.
“Mereka itu atlet-atlet andalan yang akan membuat Porda lebih punya daya tarik sekaligus kompetitif, jadi tanpa perlu ikut BK sudah pasti berlaga di Porda nanti,” ujarnya. (B7)