Lifter Jabar Terkendala Pakaian Pertandingan di Kejuaraan Asia

SOREANG,- Lifter Jabar Felinus Sihura menyumbangkan 1 medali perak dan 2 perunggu bagi kontingen Indonesia dalam Kejuaraan Asia Angkat Berat di di Gymnasium Gelora Sabilulungan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (5/2/2017). Felinus sebenarnya berpeluang untuk menyumbang emas jika tak bisa tampil optimal dan tak terkendala persyaratan pakaian pertandingan,
Pelatih angkat berat Jabar Usdi Permana mengatakan, hampir seluruh lifter Indonesia termasuk yang berasal dari Jabar, terkendala masalah pakaian pertandingan. “Kami memiliki pakaian bertanding yang sesuai standar nasional. Namun ternyata di kejuaraan ini aturannya ketat dan pakaian harus memenuhi standar internasional,” ujarnya di sela-sela pertandingan.
Sejauh ini, kata Usdi, PB PABBSI sudah membantu pemecahan masalah itu dengan meminta sejumlah lifter Indonesia yang pakaiannya berstandar internasional untuk meminjamkan ke lifter lain. Beruntung, tak sedikit lifter asal Lampung yang sering turun di kejuaraan dunia memiliki pakaian yang berstandar internasional.
Meskipun demikian, Usdi mengakui pakaian baru yang dipinjam dari orang lain jelas tidak senyaman pakaian sendiri bagi seorang lifter. Tidak terkecuali bagi lifter Jabar Felinus Sihura, sehingga ia pun tak bisa tampil maksimal pada setiap angkatan.
Dalam kejuaraan tersebut, Felinus meraih perak dari angkatan bench press seberat 150 kilogram. Angkatan tersebut memang menyamain angkatan terbaik bench press Felinus di PON XIX, namun pada sejumlah sesi latihan terakhir ia sebenarnya sudah mampu melebihi catatan tersebut.
Kendala pakaian juga membuat Felinus hanya mampu mengangkat beban 240 kilogram pada angkata squat. Padahal di PON XIX, ia mampu mengangkat beban hingga 250 kilogram dan angka itu sempat naik tajam di sesi latihan terakhir.
Begitu pula di angkatan dead lift Felinus hanya mampu mengangkat beban 200 kilogram seperti di PON XIX. Padahal ia berpotensi mengangkat beban lebih berat seperti pada sesi latihan.
Meskipun demikian, Usdi mengaku lebih mengkhawatirkan sejumlah lifter andalan Jabar peraih emas PON XIX yang turun di kelas-kelas berat. Beberapa di antaranya adalah lifter putra Asep Nurdin dan M. Yusuf serta lifter putri Fitria Martiningsih.
“Kalau untuk kelas ringan, masih ada pakaian yang bisa dipinjam dari lifter lampung. Namun untuk kelas berat dengan ukuran tubuh besar, saya bingung harus meminjam ke mana dan kalau ada pun belum tentu bisa langsung adaptasi,” tuturnya. (B8)