Lifter Jabar Tetap Tampil Mengesankan Dalam Kejuaraan Asia Angkat Berat

SOREANG, – Meski terkendala sejumlah faktor non teknis, lifter Jabar tetap tampil mengesankan dalam Kejuaraan Asia Angkat Berat di Gymnasium Gelora Sabilulungan Jalak Harupat. Selain menyumbangkan belasan medali emas, dua lifter Jabar M. Yusuf dan Aneu Veronica juga menjadi lifter Indonesia yang mampu memecahkan rekor Asia di kejuaraan tersebut.
Dalam pertandingan Kamis (4/5/2017), Aneu yang turun di kelas -72 kilogram kategori open putri, memecahkan rekor Asia untuk angkatan bench press dari 160 kilogram menjadi 165 kilogram. Ia juga sekaligus menyumbang tambahan 3 medali emas bagi kontingen Indonesia.
Emas pertama diraih Aneu pada angkatan squat dengan catatan terbaik 195 kilogram. Pada angkatan ini, perak dan perunggu pun berhasil disapu bersih lifter Indonesia lain, Maria dan Mariana Prasetya dengan catatan 180 kilogram.
Memasuki angkatan bench press, Aneu tak terbendung oleh lifter lain baik sesama Indonesia maupun lifter India dan Filifina. Ia langsung sukses mengangkat beban 150 kilogram di saat lifter lain rata-rata memulai percobaan pertama dengan beban di bawah 120 kilogram.
Kondisi itu dimanfaatkan Aneu untuk mencoba memecahkan rekor Asia seberat 160 kilogram di percobaan kedua. Rekor itupun langsung pecah karena Aneu mampu mengangkat beban seberat 161 kilogram yang kemudian ia perbaiki menjadi 165 kilogram pada percobaan ketiga.
Selisih yang cukup jauh membuat Aneu sengaja tidak mematok beban besar saat angkatan dead lift guna memberi kesempatan pada lifter Indonesia lain untuk meraih emas. Dengan catatan terbaik 160 kilogram, Aneu pun harus rela tak meraih medali di angkatan ini karena hanya menempati peringkat ke-5.
Meski tak meraih emas di angkatan dead lift, Aneu tetap menempati ranking teratas dalam angkatan total seberat 520 kilogram. Sedangkan perak kembali menjadi milik Mariana dan perunggu jatuh ke tangan Maria.
Sehari sebelumnya, lifter Jabar peraih emas PON XIX, M. Yusuf juga menyumbangkan dua emas bagi Indonesia. Sama seperti Aneu, Yusuf pun mampu memecahkan rekor Asia di kelas -83 kilogram.
Tak mampu meraih medali pada angkatan Squat, Yusuf bangkit di angkatan bench press dengan catatan terbaik 195 kilogram. Angka itu hanya berselisih 30 kilogram dari rekor Yusuf seberat 225 kilogram pada PON XIX saat turun di kelas -93 kilogram. Namun setidaknya cukup bagi Yusuf untuk meraih perak di angkatan tersebut di bawah lifter Uni Emirat Arab yang meraih emas dengan angkatan terbaik 217,5 kilogram, Al Zaabi Faisal Ahmad Obaid.
Pada angkatan Dead Lift, Yusuf mencapai performa terbaiknya. Ia langsung memecahkan rekor Asia seberat 333 kilogram menjadi 335 kilogram. Bahkan ia hampir berhasil memecahkan rekor dunia seberat 345 kilogram saat mencoba mengangkat beban seberat 346 kilogram walaupun akhirnya gagal.
Catatan dead lift Yusuf tak mampu disaingi lifter lain. sehingga ia pun meraih emas pertamanya di kejuaraan itu. Sementara perak diraih Almazsmi Abdullah (UEA) dengan catatan 272,5 kilogram dan perunggu menjadi milik Amit Kumar (India) dengan 265 kilogram.
Dengan catatan rekor tersebut, Yusuf pun mampu mengoleksi total angkatan seberat 800 kilogram dan menyalip semua lawannya sehingga meraih emas kedua. Sementara itu perak angkatan total diraih oleh Amit Kumar (India) dengan total angkatan 687,5 kilogram. Rekan senegara Amit, Jaspreet Singh meraih perunggu dengan total angkatan 685 kilogram.
Mengomentari penampilan anak asuhnya, pelatih angkat berat Jabar Usdi Permana mengaku sangat bangga. Apalagi sejauh ini lifter Indonesia yang memecahkan rekor Asia semuanya berasal dari Jabar.
Selain itu, Usdi juga bangga dengan capaian sejumlah lifter junior dan sub junior Jabar yang juga mampu meraih medali meski baru pertama kali turun di kejuaraan setingkat Asia. Sejauh ini, lifter Jabar memang tercatat menyumbangkan sedikitnya 19 emas untuk kontingen Indonesia.
“Walaupun ada beberapa yang tampil kurang memuaskan, secara keseluruhan anak-anak Jabar tampil cemerlang sesuai harapan. Apalagi beberapa lifter junior dan sub junior seperti Tika, Utari dan Imas Kartika mampu menyapu berasih 4 emas di kelasnya masing-masing,” tutur Usdi. (B8)