Lintasan Sepatu Roda Saparua Jadi Venue Asian Games 2018?

BANDUNG,- Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Jawa Barat pada prinsipnya menyatakan kesiapan jika lintasan sepatu roda Saparua, Kota Bandung, menjadi lokasi pertandingan untuk Asian Games 2018. Meski demikian, harus ada perbaikan di beberapa sisi di lintasan sepatu roda yang digunakan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2016 lalu itu.
Ketua Umum Pengprov Porserosi Jabar, Erry Sudradjat menuturkan, pihaknya sudah mengetahui terkait wacana penggunaan lintasan sepatu roda, Saparua, Kota Bandung, untuk pertandingan Asian Games 2018. Hal ini seiring dengan peninjauan venue yang sebelumnya ditetapkan untuk pertandingan sepatu roda Asian Games 2018.
“Sebelumnya, panitia Asian Games 2018 di Indonesia atau Inasgoc melakukan pemantauan terhadap kondisi lintasan sepatu roda di Kota Bekasi yang direkomendasikan PB Porserosi untuk pertandingan sepatu roda Asian Games 2018. Namun mereka menilai lintasan sepatu roda di Kota Bekasi itu tidak layak. Baik dari sisi lintasan maupun kemungkinan untuk renovasi dikarenakan area yang terlalu sempit,” ujar Erry saat ditemui di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Sabtu (23/9/2017).
Dengan wacana pemindahan lokasi pertandingan sepatu roda Asian Games 2018 ke lintasan sepatu roda Saparua, pihaknya pun menyambut baik. Pasalnya, secara kualitas dan lokasi, lintasan sepatu roda Saparua lebih layak. Meski demikian, pihaknya menegaskan jika perlu perbaikan di beberapa hal sehingga lintasan sepatu roda Saparua sesuai dengan standar pertandingan sepatu roda sekelas Asia.
“Jadi kalau untuk Asian Games, otomatis harus punya pendukung-pendukung lain serta status lapang berubah pun bisa berubah dari ruang publik terbuka hijau menjadi area yang tidak terbuka untuk umum. Dari pengalaman di PON XIX, ada beberapa kekurangan terutama dari sisi landasan. Saat PON XIX lalu, landasannya tidak di cat karena cat khusus yang didatangkan di luar negeri terganjal administrasi di pelabuhan. Kalau dari sisi kemiringan, ukuran dan lain-lain, sudah bagus,” terangnya.
Selain pengecatan di landasan sesuai dengan yang direkomendasi oleh Federasi Internationale de Roller Skating (FIRS, induk organisasi olahraga sepatu roda internasional), beberapa hal masih harus dibenahi. Diantaranya keberadaan ruangan-ruangan serta areal lintasan yang harus dibuat indoor atau semi indoor.
“Beberapa ruangan yang dibutuhkan diantaranya ruang ganti dan toilet, ruang kesehatan, ruang kesekretariatan, serta tribun penonton. Kalau sekarang kan, ruangan-ruangan tersebut menggunakan tenda-tenda kalau ada pertandingan,” tambahnya.
Diluar hal tersebut, Erry menegaskan untuk segera diputuskan terkait penetapan venue bagi setiap cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Games 2018. Pasalnya, hingga saat ini, belum ada keputusan pasti terkait venue yang akan digunakan untuk Asian Games 2018 melalui keputusan presiden.
“Jadi harus ada keputusan pasti dulu terkait venue yang akan digunakan untuk Asian Games 2018 melalui Keppres sehingga kami pun punya pegangan. Kalau secara prinsip, kami siap mendukung jika pertandingan sepatu roda untuk Asian Games 2018 dilaksanakan di lintasan sepatu roda Saparua,” tegasnya. (B7)