Master Jabar Tumbang di Ngabuburit Cup

BANDUNG,- Master-master Kota Bandung dan Jawa Barat harus mengakui keunggulan pecatur non master dalam Kejuaraan Catur Beringin Putih Ngabuburit Cup di Aula DPD Golkar Jabar, Jln. Pelajar Pejuang Kota Bandung, Sabtu (10/6/2017). Bahkan, Fide Master Deni Sonjaya yang meraih emas PON XIX untuk Jabar, harus puas di urutan keempat kelompok senior dan umum kejuaraan tersebut.
Di kelompok tersebut, pecatur non master, Derih Supriadi akhirnya menjadi juara setelah meraih total 6 poin di akhir pertandingan yang memainkan 7 babak itu.
Poin Derih sebenarnya sama dengan pecatur non master lain, Arifa Rizki yang menjadi runner up. Namun Derih unggul dalam rating Buchholz/Solkoff (BH) 32, Sedangkan Arifa hanya meraih 25 1/2.
Meskipun demikian, prestasi Derih dan Arifa terbilang sangat baik, karena mereka mampu mengungguli Tumpak Sinurat yang notabene pemegang gelar Master Fide. Tumpak sendiri hanya berada di peringkat ketiga dengan 5 1/2 poin, diikuti oleh Master Nasional Gelar Sagara, dan Fide Master peraih emas PON XIX, Deni Sonjaya yang berada di urutan keempat dan kelima dengan poin yang sama.
Ketua Panitia Beringin Putih Ngabuburit Cup, Salahudin Al Ayubi mengatakan, kejuaraan tersebut sebenarnya merupakan agenda rutin tahunan Persatuan Catur (Perca) Beringin Putih yang kini dikerjasamakan dengan Percasi Kota Bandung. “Karena tahun ini digelar saat Ramadhan, jadi kami mengambil tema Ngabuburit Cup,” ujar pria yang akrab disapa Ayub ini.
Agenda tersebut dilansir Ayub sebagai bentuk konsistensi Perca Beringin Putih sebagai salah satu anggota Percasi Kota Bandung untuk ikut serta menelurkan bibit-bibit pecatur potensial. Gelaran tersebut juga sudah dikoordinasikan dengan Percasi Kota Bandung yang menjadi induk pembinaan catur Kota Kembang.
Menurut Ayub, pendaftar Beringin Putih Ngabuburit Cup 2017 sebenarnya membludak hingga ratusan orang. Namun dengan kapasitas lokasi yang hanya cukup untuk 120 orang, peserta terpaksa dibatasi sampai 90 orang agar bisa bermain dengan nyaman.
Ayub menambahkan, peserta berasal dari berbagai daerah di Jabar, termasuk sejumlah pecatur pelatcab tim bayangan Porda Kota Bandung. Dengan begitu para peserta bisa mengasah kualitas karena bertemu dengan lawan-lawan yang tidak sembarangan.
Bagi pecatur pelatcab, Ayub menekankan kejuaraan itu sebagai ajang uji coba untuk mengukur kemampuan menjelang seleksi tim inti beberapa bulan ke depan. “Selain itu atlet pelatcab juga ada yang akan ikut kejurnas, jadi ini bisa dijadikan sebagai pemanasan,” ujar Ayub yang juga menjabat sebagai Sekum Percasi Kota Bandung ini. (B8)