Misi Pembinaan di Porda Jangan Sampai Hilangkan Potensi Prestasi PON

BANDUNG,- Pembatasan usia atlet untuk cabang olah raga pencak silat pada Pekan Olah Raga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII/2018 di Kabupaten Bogor menjadi kajian serius untuk dibahas. Jika batasan usia maksimal 21 tahun diberlakukan, proyeksi minimal tujuh emas Jawa Barat pada Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX/2020 nanti berpotensi hilang.
“Membatasi usia dengan alasan pembinaan boleh-boleh saja. Tapi jangan juga mengabaikan potensi emas pada PON nanti. Buat apa Porda digelar kalau tidak bertujuan memberikan kontribusi prestasi untuk PON?,” ujar Wakil Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Barat Verdia Yosef di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Senin (28/8/2017).
Pencak silat adalah salah satu dari 14 cabang olah raga yang masih dikaji pelaksanaanya pada Porda di Kabupaten Bogor. Menurut Yosef, pihak Pengprov Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia Jawa Barat bersikukuh membatasi usia maksimal atlet pada Porda nanti 21 tahun.
“Alasannya pembinaan, itu bagus. Tapi harus dilengkapi pertimbangan kuat. Kami minta pemetaan kekuatan atlet 21 tahun di Jawa Barat dan di Indonesia, tidak bisa. Padahal kami sudah punya pemetaan yang terperinci,” ujar Yosef.
Menurut dia, berdasarkan pemetaan kekuatan atlet skala Jawa Barat dan Nasional yang sudah dilakukan olah KONI Jabar, kekuatan atlet Jawa Barat, termasuk pencak silat, ada pada usia 26-31 tahun.
Yosef mengatakan, tujuh medali emas yang menjadikan Jabar juara umum pencak silat PON XIX/2016 juga dipersembahkan oleh atlet-atlet berusia di atas 25 tahun.
“Jadi kalau pada Porda nanti diberlakukan pembatasan usia atlet maksimal 21 tahun, bagaimana nasib atlet-atlet peraih emas PON kemarin? Usia mereka sekitar 26 tahun saat memersembahkan emas PON Jabar dan pada PON selanjutnya di Papua berarti 28 tahun, masih potensial meraih medali emas buat Jabar,” ujar Yosef.
Dia mengatakan, jika tak bisa berkompetisi pada Porda Jabar karena pembatasan usia, para atlet peraih emas PON dikhawatirkan bakal hengkang ke luar Jawa Barat dan memperkuat provinsi lain. Dengan demikian, sama saja potensi 7 emas pada PON XX di Papua nanti hilang sia-sia.
“Kalau tidak terakomodasi di Porda, mereka bisa saja pindah. Itu yang kami khawatirkan. Oleh karena itu, batasan usia ini benar-benar harus dikaji dengan bijak. Sekali lagi, pembinaan bagus, tapi jangan sampai menghilangkan potensi prestasi pada skala yang lebih besar,” kata Yosef. (B7)