Optimistis 35 Nomor Wushu Akan Digelar Pada Porda

BANDUNG, – Pengurus Provinsi Wushu Indonesia Jawa Barat optimistis cabang olah raga wushu akan digelar tanpa perubahan jumlah nomor pada Pekan Olah Raga Daerah (Porda) XIII/2018. Sebanyak 22 nomor pertandingan taoulu (jurus) yang sempat dikaji hampir dipastikan bakal dipertandingkan.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Pengprov Wushu Indonesia Jawa Barat Edwin Senjaya. Dia yakin wushu akan digelar tanpa perubahan jumlah nomor. Pasalnya, semua nomor yang diajukan oleh Pengprov adalah nomor-nomor yang dipertandingkan pada Porda sebelumnya dan juga akan digelar pada PON XX/2020.
“Setelah pembahasan dengan KONI Jabar, untuk jumlah nomor mengerucut. Tetap 35, yakni 22 nomor taolu dan 13 sanda. Pada Porda sebelumnya nomor-nomor itu dipertandingkan, juga pada PON Papua nanti. Pembahasan dan verifikasi juga sudah dilakukan berulang-ulang. Jadi, saya yakin tidak ada masalah, tinggal menunggu keputusan KONI Jabar,” ujar Edwin di Bandung, Jumat (24/8/2017).
Dia mengakui, sebanyak 22 nomor taolu sempat dikaji lebih mendalam melalui pembahasan antara Pengda bersama KONI Jawa Barat. Namun, Edwin mengatakan WI punya argumntasi kuat agar nomor-nomor tersebut tetap digelar sehingga yakin rekomendasi jumlah nomor pertandingan akan disetujui oleh KONI Jabar.
“Memang ada 22 nomor taolu yang dikaji. Tapi sebenarnya bukan bermasalah. KONI hanya menanyakan dan kami memberikan penjelasan dengan argumntasi yang kuat. Intinya pada Porda ini kita semua ingin ada kesempatan luas bagi berkembangnya bibit-bibit baru, atlet muda potensial. Tapi, jangan sampai juga menghilangkan potensi medali emas pada PON nanti dari atlet senior,” ujar Edwin.
Dia mengatakan, meskipun Pengurus Besar Wushu Indonesia tidak menerapkan pembatasan usia, pada Porda nanti pembatasan umur cabang olah raga wushu akan diberlakukan. Batas maksimal atlet yang boleh berpartisipasi pada 35 nomor wushu di Porda 2018 adalah 30 tahun.
Edwin mengatakan, angka maksimal 30 tahun ditetapkan untuk mengakomodasi sejumlah atlet senior Jabar yang masih sangat potensial mendapatkan medali emas pada PON 2020 nanti.
Menurut Edwin, ada empat atlet senior peraih medali emas PON 2016 yang akan berlaga pada Porda 2018 nanti. Mereka adalah Selvi Pratiwi, Iman Rusmana, dan Ade Permana dari nomor sanda (pertarungan). Kemudian satu atlet nomor taolu atas nama Monica Fransisca.
“Tiga atlet adalah atlet pelatnas. Salah seorang di antaranya, yakni Monica bahkan akan beraksi di SEA Games 2017. Keempat atlet berprestasi ini wajib ikut Porda, apalagi mereka sangat potensial untuk meraih emas buat Jabar pada PON di Papua nanti,” kata Edwin. (B7)