PABBSI Jabar Optimistis Dominasi Timnas Angkat Besi YOG 2018

BANDUNG.- Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Jawa Barat optimistis bisa menempatkan lifternya sebagai wakil Indonesia untuk berlaga di cabor angkat besi Youth Olympic Games (YOG) Buenos Aires 2018. Apalagi Jabar memang selama ini selalu menempatkan lifternya di timnas untuk ajang tersebut.

Ketua Umum PABBSI Jabar Maman Suryaman mengatakan, Jabar kembali berpeluang menyumbangkan medali bagi Indonesia pada YOG Buenos Aires 2018. Apalagi salah satu kelas yang lolos kualifikasi merupakan kelas lifter putri Jabar.

“Untuk menentukan siapa tampil di YOG 2018 memang masih melihat pembinaan sepanjang tahun ini, jadi masih ada kemungkinan dua kuota itu bisa diisi oleh lifter Jabar. Apalagi Jabar juga pernah menyumbang perunggu di ajang yang sama,” kata Maman di sela-sela Kejurnas Angkat Besi Satria Remaja I 2017 di gymnasium Gelora Sabilulungan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (24/4/2017).

Optimisme Maman tidak lepas dari catatan lifter Jabar sepanjang dua kali gelaran YOG sebelumnya. Seperti diketahui, Jabar memang selalu menempatkan lifternya di YOG 2010 dan 2014.

Pada YOG jilid kedua di Nanjing, Tiongkok 2014 tim angkat besi Indonesia diwakili lifter putri Jatim Acchedya Jagaddhita dan lifter putra Jabar Firdy Ghivari. Namun Firdy hanya mampu meraih peringkat ke-7 kelas -62 kilogram putra, sedangkan Acchedya harus puas di urutan ke-4 kelas -63 kilogram putri.

Meskipun demikian pada YOG I di Singapura 2010, justru cabor angkat besi lah yang menyumbangkan satu-satunya perunggu bagi Indonesia. Ketika itu, lifter putri Jabar Dewi Safitri lah yang berkontribusi atas medali tersebut setelah meraih peringkat ketiga kelas 53 kilogram putri.

Selain catatan itu, Maman juga melihat peluang besar terbuka bagi Jabar untuk mendominasi timnas angkat besi YOG 2018. Soalnya dalam setahun terakhir, banyak bibit-bibit lifter remaja Jabar yang terus bermunculan.

Pada Kejurnas Satria Remaja I 2017 pun, kata Maman, Jabar mendominasi jumlah peserta. “Dari 187 peserta yang ikut dari seluruh Indonesia, lifter Jabar mencapai lebih dari 50 persennya,” katanya.

Jumlah itu dinilai Maman sebagai potensi angkat besi Jabar yang cukup untuk meregenerasi lifter tingkat dunia seperti Sri Wahyuni pada Olimpiade 2024 nanti. Bahkan bukan tidak mungkin pada 2020 pun akan ada lifter Jabar yang ikut mendampingi Sri di Olimpiade Tokyo. (B8)