Pabbsi Kota Bandung Targetkan 6 Emas di Porda 2018

BANDUNG,- Dengan sejumlah kendala yang menghadang, Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga (PABBSI) Kota Bandung tak mau mematok target muluk-muluk pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII 2018. Mereka hanya menargetkan 6 medali emas dengan harapan bisa meraih juara umum karena peta persaingan saat ini sangat merata dan ketat.
Ketua Umum PABBSI Kota Bandung Sugito mengakui bahwa target tersebut jauh lebih rendah ketimbang Porda 2014. “Di Bekasi 2014, kami bisa meraih 8 emas, jadi targetnye jelas lebih tinggi,” katanya saat dihubungi Minggu (11/6/2017).
Sugito menambahkan, target saat ini tak lepas dari beberapa kendala yang tengah dihadapi PABBSI Kota Bandung. Tidak terkecuali kasus doping yang menjerat beberpa binaragawan andalan mereka setelah berlaga untuk Jabar pada PON XIX 2016 lalu.
Dari binaraga, otomatis PABBSI Kota Bandung hanya tinggal berharap 2 emas dari binaragawan senior M. Edeng Sambas dan seorang binaragawan lain. Sementara di angkat besi, target 1 emas dinilai realistis mengingat persaingan berat akan datang dari tuan rumah Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung dan beberapa daerah lain.
Beruntung, kata Sugito, PABBSI Kota Bandung saat ini telah memiliki sejumlah lifter potensial di cabor angkat berat. Dengan kekuatan yang ada, cabor ini diproyeksikan bisa menyumbang 3 emas bagi Kota Bandung pada Porda 2018.
Sugito menambahkan, angkat berat Kota Bandung memiliki sejumlah lifter andal eks PON XIX 2016. Beberapa di antaranya adalah Peraih emas PON XIX Asep Nurdin dan peraih perak PON XIX serta emas Kejuaraan Asia 2017, Aneu Veronica.
Meskipun demikian, Sugito tidak menampik bahwa kedua lifter andalannya itu saat ini juga tengah gamang terkait nasib mereka di masa depan. Soalnya mereka hingga kini masih belum mendapat pekerjaan tetap seperti yang pernah dijanjikan Pempov Jabar dan Pemkot Bandung.
Hal itu sangat disayangkan karena kedua lifter tersebut merupakan murni binaan PABBSI Kota Bandung dari nol dan memiliki potensi yang besar di masa depan. Tak hanya bagi Kota Bandung, namun juga untuk Jabar di arena PON XX 2020.
Tanpa kejelasan nasib, Sugito mengaku tak bisa menahan para lifter potensial yang saat ini dimiliki untuk berhatan di Kota Bandung atau Jabar. Mereka pun berhak untuk menentukan masa depannya, apalagi saat ini sudah banyak tawaran dari daerah lain untuk pindah. (B8)