PBSI Kota Bandung Gelar Kejurkot

BANDUNG,- Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Bandung terus melakukan evaluasi pembinaan yang dilakukan klub-klub untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan atlet bulutangkis di Kota Bandung. Salah satunya dengan menggelar Kejuaraan Bulutangkis tingkat Kota Bandung (Kejurkot) PBSI Kota Bandung tahun 2017 yang digelar sejak Selasa (7/11/2017) hingga Minggu (12/11/2017) di GOR Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung.
Koordinator Pertandingan Kejurkot PBSI Kota Bandung 2017, Ueng Kohar Djamhari menuturkan, antusiasme peserta mengikuti gelaran kejurkot sendiri sangat tinggi. Bahkan sebelum pelaksanaan technical meeting yang digelar sehari sebelum pertandingan, pendaftaran peserta masih terjadi.
“Total ada 670 atlet bulutangkis yang berasal dari 29 klub bulutangkis anggota PBSI Kota Bandung yang mendaftarkan diri mengikuti kejurkot. Ini diluar perkiraan kami yang memprediksi peserta sebanyak 500 atlet,”  ujar Ueng saat ditemui di sela-sela kejurkot di GOR Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung, Rabu (8/11/2017).
Ratusan atlet yang mengikuti kejurkot sendiri, lanjutnya, dibagi dalam lima kelompok usia. Mulai dari Pra Usia Dini (dibawah 10 tahun), Usia Dini (dibawah 11 tahun), Anak-anak (dibawah 12 tahun), Pemula (dibawah 14 tahun) dan Remaja (dibawah 16 tahun). Untuk kelompok usia Pra Usia Dini hingga Anak-anak, hanya mempertandingkan nomor tunggal atau perorangan. Sementara untuk kelompok usia Pemula dan Remaja, dipertandingkan mulai dari nomor tunggal dan ganda.
“Kalau melihat dari jumlah peserta, yang terbanyak itu di kategori Anak-anak dan pemula yang mencapai 200 atlet,” tambahnya.
Kejurkot sendiri digelar sebagai salah satu upaya Pengcab PBSI Kota Bandung mengetahui hasil pembinaan atlet bulutangkis yang dilakukan oleh setiap klub. Pasalnya, berdasarkan hasil pemantauan awal, jumlah atlet bulutangkis saat menginjak kelompok usia remaja sudah mulai menurun. Terutama dari kelompok putri.
“Ini pula yang membuat nomor ganda putri di kelompok remaja tidak kita pertandingkan karena dari sisi jumlah pasangan tidak sesuai aturan. Minimal itu ada delapan pasang untuk bisa dipertandingkan, sementara ini yang mendaftar hanya enam pasang dari tiga klub saja. Dan ini akan kita evaluasi,” tuturnya.
Para juara di masing-masing kelompok usia, akan disiapkan untuk menghadapi kejuaraan di tingkat lebih tinggi pada tahun 2018. Mereka akan dibina dalam sebuah pemusatan latihan yang digelar oleh PBSI Kota Bandung.
“Jadi juara satu atau dua akan kita bina di Pelatcab PBSI Kota Bandung, tapi atlet tersebut bukan berasal dari dua klub yang sudah memiliki pembinaan yang matang dan bagus yakni PB Mutiara Cardinal dan PB SGS Elektrik. Mereka akan disiapkan untuk menghadapi Kejurda Bulutangkis tingkat Jabar pada tahun 2018 mendatang,” tegasnya. (B3)