Pemohon Membludak, KONI Kota Bandung Masih Tunggu Penunjukan Resmi Dari Koni Jabar dan Disdik

BANDUNG,- Puluhan pemohon sudah mulai berdatangan ke KONI Kota Bandung untuk meminta surat rekomendasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur prestasi sejak Senin (15/6/2017). Namun KONI Kota Bandung masih menunggu surat penunjukan resmi dari Disdik Kota Bandung dan KONI Jabar sebelum bisa menerbitkan surat rekomendasi tersebut.
Ketua Bidang Humas KONI Kota Bandung Oce Permana mengatakan, dalam dua hari terakhir sudah ada sekitar 100 siswa dan orangtua siswa yang datang meminta rekomendasi jalur prestasi untuk PPDB 2017. “Namun kami belum bisa memberi kepastian karena belum ada penunjukan resmi,” katanya di Sekretariat KONI Kota Bandung, Senin (15/5/2017).
Menurut Oce, pihaknya sangat menyesal belum bisa membantu para orangtua dan siswa yang membutuhkan rekomendasi tersebut saat ini. Soalnya KONI Kota Bandung pun tak mau gegabah guna menghindari permasalahan yang ditimbulkan oleh munculnya oknum yang memanfaatkan situasi tersebut.
Seperti diketahui pada PPDB tahun lalu, KONI Kota Bandung memang sempat mendapat sorotan publik akibat ulah sejumlah oknum yang memperjualbelikan rekomendasi jalur prestasi tersebut. Padahal perbuatan mereka murni untuk kepentingan pribadi dan sama sekali tidak seharusnya membawa-bawa nama KONI Kota Bandung.
Meskipun demikian, Oce menegaskan bahwa pihaknya akan membantu masyarakat sesuai prosedur yang berlaku. Ia pun menjamin bahwa penerbitan surat rekomendasi jalur prestasi tahun ini akan terbebas dari oknum pungli.
Langkah yang akan ditempuh, kata Oce, adalah dengan membentuk panitia khusus yang serentak melayani masyarakat dengan sistem satu pintu. “Namun untuk membuat panitia tersebut, kami membutuhkan dasar hukum penunjukan bahwa kami benar-benar resmi dilibatkan untuk membuat surat rekomendasi tersebut,” ujarnya.
Oce menambahkan, penunjukan tersebut harus didapat oleh KONI Kota Bandung dari Disdik Kota Bandung untuk rekomendasi ke SMP dan dari KONI Jabar untuk rekomendasi ke SMA. Soalnya pengelolaan SMA saat ini memang berada di bawah pemprov Jabar.
Menurut Oce, rekomendasi yang diterima SMA sebenarnya berasal dari KONI Jabar. Namun KONI Jabar sendiri baru bisa mengeluarkan rekomendasi tersebut jika sudah ada rekomendasi awal dari beberapa instansi terkait, termasuk KONI Kota/Kabupaten. (B8)