Pencak Silat Keukeuh Batasi Usia Atlet di PORDA Jabar XIII/2018

BANDUNG,- Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Barat bersikukuh dengan keputusan pembatasan usia atlet 17 hingga maksimal 21 tahun pada cabang olahraga pencak silat untuk Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII/2018 di Kabupaten Bogor. IPSI Jabar menilai batasan usia tersebut merupakan asiprasi dari para pengurus cabang kabupaten kota demi memberikan ruang besar bagi regenarasi melalui atlet-atlet muda hasil pembinaan.
“Pembatasan usia itu sudah melalui SK yang disetujui oleh semua pengurus cabang. Dan memang itu adalah desakan dari Pengcab, kami memfasilitasi. Karena menurut data mereka, orientasi pembinaan lebih penting pada Porda ini,” ujar Plt Sekretaris Umum IPSI Jawa Barat Agus Sihombing, Kamis (21/9/2017).
Agus mengatakan, keputusan pembatasan usia maksimal 21 tahun ini dihasilkan melalui pertimbangan matang yang juga didahului kajian empirik. Menurut dia, banyak atlet-atlet muda potensial yang membutuhkan ruang untuk mengasah kualitas pada level cukup kompetitif sekelas Porda. Laju perkembangan para atlet muda ini akan tersendat apabila Porda masih didominasi oleh atlet-atlet senior yang sudah kaya pengalaman di kejuaraan level nasional, bahkan PON.
“Para atlet senior sudah mendapatkan banyak pengalaman dan penghargaan di level nasional. Nah sekarang bagaimana yang junior-junior ini? Harus ada perputaran. Biarkan mereka yang muda bersaing dengan lawan yang sama secara usia maupun pengalaman. Usia 21 tahun ini adalah periode emas atlet pencak silat,” ujar Agus.
Dia menegaskan tidak sependapat dengan pandangan KONI Jawa Barat yang menilai pembatasan usia maksimal 21 tahun pada cabor pencak silat akan menutup potensi Jabar untuk mendulang emas pada PON XX/2020 di Papua. Justru, kata Agus, potensi meraih emas akan besar karena atlet-atlet muda ini berpotensi mencapai puncak performanya pada PON mendatang.
“Kami memutuskan batasan usia ini melalui kajian akademik dari bidang pembinaan prestasi. Para atlet yang meraih medali emas untuk Jabar pada PON edisi-edisi sebelumnya juga didominasi oleh atlet muda, di  bawah 25 hingga 21 tahun. Dan lagipula, berdasarkan kajian kami, sangat jarang atlet peraih emas PON pencak silat bisa mempertahankan gelarnya pada PON berikutnya, hanya Suryanto, Taslim Aji, lalu Samiaji,  dan itu sudah lama. Soalny aregenerasi sangat cepat sekali pada olahraga ini,” ujar Agus.
Menurut dia, keputusan pembatasan usia maksimal atlet 21 tahun pada Porda ini akan membuat banyak atlet muda berkesempatan muncul dan menunjukkan kualitasnya menghadapi sesama atlet muda di Jabar. Sementara untuk atlet senior apalagi yang sudah juara PON, masih ada ajang-ajang lain yang lebih kompetitif dari Porda seperti Kejurnas ataupun kejuaraan internasional.
“Jadi jangan sampai hanya untuk mempertahankan sekelompok atlet senior, pembinaan dan regenerasi atlet yang dikorbankan,” ujar Agus.
Dia mengatakan, pengurus IPSI Jabar akan segera kembali bertemu dengan KONI Jabar untuk membahas ihwal pembatasan usia yang membuat pencak silat hingga saat ini belum mendapatkan kepastian digelar pada Porda 2018.
“Kami sudah dapat undangan dari KONI Jabar, jadi dalam waktu dekat pasti akan dibahas. Pencak sial ini adalah akar budaya masyarakat Jabar. Masa iya tidak dipertandingkan di Porda. Itu mengorbankan atlet dan juga pasti masyarakat Jabar tidak akan terima,” ujar Agus,
Seperti pernah diberitakan, pembatasan usia atlet untuk cabang olahraga pencak silat pada Porda Jawa Barat XIII/2018 di Kabupaten Bogor menjadi kajian serius untuk dibahas KONI jabar. Pasalnya KONI jabar menilai, jika batasan usia maksimal 21 tahun diberlakukan, proyeksi minimal tujuh emas Jawa Barat pada PON XX/2020 berpotensi hilang.
“Membatasi usia dengan alasan pembinaan boleh-boleh saja. Tapi jangan juga mengabaikan potensi emas pada PON nanti. Buat apa Porda digelar kalau tidak bertujuan memberikan kontribusi prestasi untuk PON?,” ujar Wakil Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jawa Barat Verdia Yosef.
Pencak silat adalah salah satu dari 14 cabang olah raga yang masih dikaji pelaksanaanya pada Porda di Kabupaten Bogor. Pengprov IPSI Jawa Barat bersikukuh membatasi usia maksimal atlet 21 tahun pada Porda nanti .Padahal menurut Yosef,  berdasarkan pemetaan kekuatan atlet skala Jawa Barat dan Nasional yang sudah dilakukan olah KONI Jabar, kekuatan atlet Jawa Barat, termasuk pencak silat, ada pada usia 26-31 tahun. (B8)