Pengurus Dilantik, Drum Band Kota Bandung Aman Ikut BK Porda XIII/2018

BANDUNG,- Setelah sempat tertunda dua tahun, kepengurusan Persatuan Drum Band Indonesia Cabang Kota Bandung periode 2015-2019 akhirnya dikukuhkan melalui pelantikan, Selasa (31/10/2017). Pelantikan tersebut sekaligus memuluskan langkah PDBI Kota Bandung untuk mengikuti babak kualifikasi hingga putaran final Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII/2018.
“Kepengurusan ini dipilih melalui musyawarah cabang 2015 dan sudah punya surat keputusan. Tapi memang belum dilantik karena beberapa hal, seperti persiapan PON. Menjelang babak kualifikasi Porda 2018, keikutsertaan akan sulit kalau kepengurusan belum sah melalui pelantikan. Jadi pelantikan ini juga merupakan langkah penting sebelum kami menjalani babak kualifikasi,” kata Ketua PDBI Kota Bandung Edi Waluyo di sela-sela acara pelantikan di kawasan Jalan Lombok, Kota Bandung.
Dia mengatakan, pelantikan ini diharapkan bisa menambah semangat dan kesolidan pengurus maupun atlet dalam persiapan menuju pelaksanaan Porda. Sebagai juara umum drum band pada Porda 2010 dan 2014 di Kabupaten Bekasi, Kota Bandung memiliki kewajiban berat untuk mempertahanka gelar, bahkan melampaui pencapaian tim sebelumnya.
“Pada Porda sebelumnya kami dapat tiga emas dan dua perak sehingga menjadi juara umum. Kami akan berusaha agar melampaui prestasi periode sebelumnya, atau minimal mempertahankan pencapaian tim sebelumnya,” ujar Edi.
Babak kualifikasi Porda akan digelar di Stadion Pakansari Kabupaten Bogor (15-17/11/2017). Ada lima mata lomba yang digelar dengan  total jumlah 22 nomor atau medali emas yang diperebutkan seperti pada ptaran final Porda nanti.
Edi mengatakan, pada Porda XIII timnya ditargetkan meraih minimal tiga medali emas dari mata lomba berbaris jarak pendek, lomba unjuk gelar, serta lomba ketahanan dan ketepatan berbaris.
“Namun yang terpenting kami lolos dulu dari babak kualifikasi. Dari 12 peserta kualifikasi, hanya ada jatah tujuh tempat di putaran final Porda plus tuan rumah yang sudah lolos otomatis,” kata Edi.
Tim drum band Kota Bandung yang terdiri atas 25 atlet U-19 sudah menjalani pemusatan latihan selama tiga pekan. Selain latihan, dalam waktu dekat tim Kota Bandung juga akan menggelar pertandingan uji coba untuk mematangkan kesiapan.
Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung Aan Johana mengatakan, sebagai salah cabor andalan, tradisi prestasi drum band harus bisa ditingkatkan, atau minimal dipertahankan.
“Kepengurusan periode sebelumnya sudah membuat standar tinggi untuk pencapaian, yakni dengan juara umum Porda dan juga memberikan kontribusi atlet 90 persen untuk tim drum ban Jabar yang akhirnya menjadi juara umum. Jadi, di bawah ketu yang sama, diharapka kepengurusan sekarang juga dapat mempertahankan tradisi prestasi drum band,” ujar Aan.
Dia juga menekankan pentingnya transfer ilmu dan pengalaman dari para atlet senior yang sudah menjalani banyak kejuaraan dan berprestasi. Dengan demikian, para atlet muda yang menjadi komposisi tim baru ini akan semakin percaya diri dan termotivasi juga untuk meraih prestasi serupa.
“Pada Porda nanti, gelar juara umum sebisa mungkin harus dipertahankan. Kontribusi atlet untuk tim Jabar pada PON 2020 juga minimal harus sama seperti PON 2016, yakni hampir 90 persen atlet merupakan hasil pembinaan klub. Kami akan berusaha keras untuk mendukung segala kebutuhan cabor-cabor dan membantu mereka merealisasikan target,” kata Aan. (B4)