Peringkat Dua BK, Tim Taekwondo Kota Bandung Loloskan 19 Nomor

BANDUNG,- Tim Taekwondo Kota Bandung berhasil meloloskan atletnya pada 19 dari 21 nomor yang akan digelar di putaran final Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII/2018. Kepastian itu didapat setelah Tim Kota Bandung mampu meraup 4 medali emas, 6 perak, dan 6 perunggu sehingga menempati peringkat dua pada babak kualifikasi Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat yang digelar GOR Bima Kota Cirebon, Jumat (13/10/2017) sampai Minggu (15/10/2017).
Kota Bandung menempati peringkat dua BK Porda, di bawah Kabupaten Bogor yang meraup total 7 medali emas. Namun Manajer tim taekwondo Kota Bandung Dedi Heryadi mengatakan, hasil BK ini memperbesar optimisme untuk membuat kejutan prestasi pada putaran final Porda tahun depan.
“Kami sanggup memperbaiki catatan BK dibandingkan pada 2014 dengan lolos pada 19 kelas. Selain itu, pada sejumlah laga final maupun semifinal melawan Kabupaten Bogor, kami mampu menang dan pada beberapa laga lainnya hanya kalah sial saja dari Kabupaten Bogor, kecolongan satu atau dua poin dari lawan, bukan kalah telak,” ujar Dedi yang juga Sekretaris Umum Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia Kota Bandung.
Pada Porda sebelumnya, Kota Bandung sanggup meloloskan atlet untuk 12 kelas kyurogi plus lima kelas poomsae. Namun kali ini, taekwondo Kota Bandung mampu mengunci tempat pada 14 kelas (dari total 16) kyorugi (duel) dan lima kelas poomsae (100 persen).
“Pada BK sebelumnya kami tidak lolos 3 kelas kyorugi dan sekarang 2 kelas, yakni under 46 kg putri dan under 87 kg putra,” kata Dedi.
Sementara itu, Empat medali emas Kota Bandung pada BK Porda dipersembahkan oleh para atlet peraih emas PON XIX 2016. Megawati Tameswari meraih emas pertama setelah menjadi yang terbaik pada nomor kyorugi kelas under 53 kg. Sebelum menjadi juara dengan mengalahkan Mertha Elysthia (Kabupaten Bekasi), Megawati menyingkirkan lebih dulu wakil Kabupaten Bogor di babak semifinal.
Dari nomor poomsae beregu, tim putra-putri Kota Bandung tak terbendung memborong dua emas. Tim pommsae putra yang beranggota Ari Rian Wibowo, Axel Rizki, dan M. Ramadhan menjadi juara setelah mengalahkan tim poomsae Kota Bogor. Sementara itu tim poomsae putri yang beranggota Muttaqah, Rachmania, dan Adella tampil sebagai yang terbaik setelah mengalahkan tim poomsae Kabupaten Bogor.
Emas keempat Kota Bandung dipersembahkan oleh Bintang Bagastian dari kyorugi kelas under 54 kg. Setelah menang telak berselisih 15 angka atas atlet Kabupaten Bogor Khaerullah di semifinal, Bintang tampil superior mengalahkan Dyfa (Kabupaten Tasikmalaya) dengan selisih 14 poin plus tae jang (menang TKO) pada final.
“Ada harapan besar untuk Porda 2018. Kami siap memberikan kejutan kepada tuan rumah Kabupaten Bogor. Dengan dukungan segala aspek mulai dari sarana prasarana, pendanaan, dan psikologis, kami akan berjuang untuk mencapai target minimal lima emas, bahkan optimistis bisa lebih, ” kata Dedi.
Persaingan sengit di BK berpotensi membuat kompetisi tim taekwondo Kota Bandung dengan Kabupaten Bogor makin ketat. Apalagi sejak Porda edisi sebelumnya di Kabupaten Bekasi, Kota Bandung dan Kabupaten Bogor sudah bersaing ketat.
Kota Bandung adalah pemegang gelar juara umum taekwondo pada Porda 2014 di Kabupaten Bekasi dengan torehan lima emas. Koleksi medali emas Kota Bandung saat itu sama dengan perolehan Kabupaten Bogor. Namun, Kota Bandung unggul dalam perolehan medali perak. (B4)