Petenis Jabar Mendominasi Kejuaraan Tenis Junior Nasional

BANDUNG,- Para petenis Jawa Barat tampil mendominasi pada Kejuaraan Tenis Junior Nasional  2017. Sejumlah petenis junior Jabar mampu meraih gelar juara untuk beberapa kategori pada pertandingan final yang digelar di Lapangan Tenis indoor dan outdoor Siliwangi, Jalan Menado, Kota Bandung, Minggu (22/10/2017).
Pada kelompok umur 16 tahun tunggal putra, petenis asal Kota Bandung Justin Kuo tampil impresif untuk meraih kemenangan dramatis atas petenis unggulan kedua turnamen Faizal Putrantyo. Sempat tertinggal 3-6, Justin yang merupakan unggulan keempat sanggup bangkit dan meraih kemenangan 6-0 dan 6-4 untuk memastikan medali emas. Hasil ini sekaligus melanjutkan kejutan besar yang sebelumnya dibuat Justin saat mengalahkan petenis unggulan pertama asal DKI Jakarta Claudio Renardi di babak semifinal.
“Tidak banyak kejutan yang terjadi pada kejuaraan kali ini. Petenis Jabar masih mendominasi. Kejutan paling mencolok adalah pada kelompok umur 16 tahun putra karena unggulan pertama sudah tersingkir di semifinal,” kata Direktur Turnamen Rani Yunizar saat ditemui di sela-sela kejuaraan.
Pada kelompok umur 14 tahun, Muhammad Sulthan (Bogor) menjadi juara setelah menang 7-5 6-1 atas petenis Bandung Cowen Lau. Untuk KU-12, gelar juara diraih oleh petenis asal Pekalongan Firdaus Ivanda yang mengalahkan Louis Maha Viro 6-3 6-2. Sementara itu, Mouressi Urwah meraih medali emas dengan mengalahkan Jaden Elliot 8-3 pada final KU-10 putra.
Kejuaraan nasional ini merupakan seri terakhir dari 12 sirkuit Junior Sport Series. Ratusan petenis junior ikut ambil bagian pada kejuaraan ini. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Menado, Padang, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan sejumlah daerah di Jawa Barat. Para peserta mengikuti kejuaraan sesuai kelompok umur masing-masing, yakni 8 tahun, 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun, dan 16 tahun tunggal putra maupun putri.
Pada KU-10 putri (bola hijau), Luna Vujovic (Bandung) gagal melanjutkan performa impresifnya. Putri pemain Persib Bandung asal Montenegro Vladimir Vujovic itu sempat bikin kejutan dengan mengalahkan petenis unggulan pertama Sabrina Adia di semifinal. Namun pada laga final, Luna yang baru berusia 8 tahun dan menjadi yang termuda di KU-10  tampil gugup bahkan sempat menangis. Meski tampil apik di awal pertandingan bahkan unggul duluan, Luna akhirnya takluk 2-8 dari petenis unggulan kedua Natasha Law (Bandung).
Duel final sesama petenis Bandung juga terjadi pada KU-12 tahun. Shinar Zahra menjadi yang terbaik setelah mengalahkan Sheryl Natalie 6-0 7-5. Pada KU-12 Joanne Lynn meraih medali emas, sementara Samantha Edison menjuarai KU-16 tunggal putri.
Berada di bawah legitimasi Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti), hasil kejuaraan ini akan memengaruhi ranking para petenis dalam skala nasional. Selain itu, para juara dan petenis-petenis terbaik berpeluang mengikuti kejuaraan kategori master dan nantinya punya kesempatan mengikuti kejuaraan di luar negeri seperti level ATF (Asian Tennis Federation)  dan ITF (International Tennis Federation).
“Kejuaraan berlangsung kompetitif hingga selesai. Banyak petenis menunjukkan perkembangan positif. Kami harap kejuaraan ini bisa menambah pengalaman atlet dan memberikan banyak masukan bagi pelatih untuk meningkatkan kualitas setiap peserta sehingga bisabtampil lebih baik pada kejuaraan berikutnya,” ujar Rani. (B4)