Porserosi Jabar Optimis Atlet Sepatu Roda Bermunculan

BANDUNG,- Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Jawa Barat optimis akan banyak bermunculan atlet sepatu roda dari daerah yang ada di Jawa Barat, setelah Pengprov Perserosi Jawa Barat bekerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat menggelar Peningkatan Mutu Tenaga Keolahragaan Melalui Pelatihan Pelatih Sepatu Roda Tingkat Dasar beberapa waktu lalu.
“Dengan adanya pelatihan pelatih sepatu roda, kita semakin optimis sepatu roda di Jawa Barat ini akan semakin maju lagi dan atlet-atlet sepatu roda di daerah akan bermunculan,” ungkap Ketua Umum Porserosi Jawa Barat Erry Sudradjat, saat ditemui di sekretariat Porserosi, Jln Jakarta Bandung, Sabtu (14/10/2017).
Erry mengatakan, selama ini belum pernah digelar pelatihan tingkat dasar ini, dimana selama ini rata-rata pelatihan hanya mengoles kemampuan atlet. Sedangkan untuk mencetak atlet dari nol sangat kurang.
“Dengan pelatihan ini diharapkan pelatih bisa mencetak atlet tidaka memoles yang sudah ada,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Seksi Pengembangan Tenaga dan Organisasi Olahraga Prestasi pada Bidang Olahraga Prestasi Dispora Jabar, Asep Sutrisna menuturkan, untuk penataran dasar dari pelatih sepatu roda ini baru pertama kalinya digelar diikuti 54 pelatih berasal dari 11 Pengcab dan klub yang ada di Jabar.
“Di Jabar, untuk pelatih sepatu roda masih sangat kurang terutama di daerah-daerah sehingga dengan adanya pelatihan ini diharapkan sepatu roda didaerah bisa berkembang lagi tidak hanya di satu atau beberapa daerah,” ppaparnya.
Menurut Asep, pelatihan diikuti oleh 54 orang utusan dari kota/kabupaten di Jabar hingga dari klub-klub sepatu roda yang di seluruh Jabar. Setiap peserta pada pelatihan kali ini pun harus benar-benar yang menggeluti sepatu roda dan mendapat surat rekomendasi dari daerahnya.
“Pada pelatihan ini, para peserta cukup antusias menyimak semua materi yang disampaikan oleh narasumber yang sudah bertaraf nasional asal Jabar. Setidaknya ada empat materi pokok yang disampaikan, mulai dari peraturan permainan, regulasi pertandingan peraturan, struktur organisasi event sepatu roda, praktek lapangan hingga materi psikologi,” paparnya.
Dalam kegiatan ini narasumber yang mengisi DR Komarudin MP.d memberikan materi phisikologi olahraga, Dicki Gunawan SP.d mengenai penyusunan program latihan, dan Henky Max Surya SH memberikan materi teori dan praktek latihan sepatu roda.
Asep berharap, jumlah serta kualitas pelatih sepatu roda di Jabar semakin bertambah dan semakin baik. Tidak hanya di Tingkat Jabar, namun juga tersebar di setiap kota/kabupaten di Jabar.
“Banyaknya pelatih ini, diharapkan pembinaan atlet menjadi merata di setiap kota dan kabupaten dan juga bisa mencetak atlet-atlet sepatu roda yang handal,” katanya.(B1)