PRSI Jabar Target Sumbang Madali Terbanyak di PON Papua

Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jawa Barat ingin meneruskan tradisi penyumbang medali emas terbanyak pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di Papua nanti. hal itu diungkapkan Sekretaris Umum PRSI Jabar, Vera Ariesa yang ditemui di Kolam Prestasi KONI Jabar, Jl. Pajajaran, Bandung, Selasa (28/05/2019).

“PON sebelum kita dapat 20-an medali emas dan penyumbang emas terbanyak untuk Jabar. Untuk PON Papua tentunya kita berupaya untuk mempertahankan tradisi itu. Meskipun dari jumlah nomor yang dipertandingkan berkurang dari 40 menjadi 38. Tapi itu tidak menjadi masalah. karena dua nomor yang hilang itu nomor seru, bisa dibilang nomor seribu umat. setiap daerah bersaing ketat di sana,” tegas Vera.

Meski begitu, hingga saat ini pihaknya belum merilis tim pemusatan latihan daerah (Pelatda) akuatik yang akan diturunkan pada ajang multi event empat tahunan itu. Ia menilai para atlet Jabar yang diturunkan pada Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2019 di Jakarta, April lalu memperlihatkan kemampuan terbaiknya sehingga perbedaan limit waktu antar atlet tidak terlalu jauh.

Adapun hasil dari FAI yang juga merupakan babak kualifikasi pertama untuk cabor renang, kontingen Jatim menduduki posisi teratas, sedangkan Jabar berada di bawahnya. Dan posisi ketiga ditempati DKI Jakarta. dan untuk BK kedua pihakny amasih menunggu jadwal dari PB PRSI.

“Di kejuaraan FAI lalu, Jatim unggul di kelompok umur (KU) bawah . Sementara Jabar unggul di KU atas. Ini artinya Jabar masih punya peluang besar untuk jadi juara umum,”tegasnya.

Vera mengaku masih terus mengevaluasi dan melakukan kajian terhadap para atletnya tersbut. Bahkan ia menunggu komando dari KONI Jabar untuk penetapan tim Pealtda 100% yang akan diturunkan di PON Papua mendatang.

“Saat ini kita masih mengevaluasi atlet yang ada saat ini. Kita memang belum launching tim Pelatda renang dan disiplin akuatik lainnya. Nanti kita tunggu panggilan dari KONI dan kita sampaikan nominasi tim 100%. Akan terus kita kajian, mengingat waktu untuk entry by name juga kan belum diputuskan. Jadi masih ada waktu untuk buka tutup atlet, jadi jangan terburu-buru. Kita manfaatkan waktu, sehingga tim yang main di PON nanti benar-benar yang terbaik,” ujarnya. (P93)