Satria Juara Tunggal Putra Test Even Asian Games

BANDUNG,- Atlet squash junior Timnas Indonesia, Satria Bagus Laksana kahirnya mampu mempersembahkan gelar juara pada nomor tunggal putra, setelah di final mengalahkan atlet Malaysia Afy Luqman Bin Noor Afendy yang merupakan unggulan pertama dengan skor 11-8, 11-8, 11-0, pada  test even Asian Games cabang olah raga squash, yang diadakan di Siliwangi Squash Center, Jalan Lombok, Selasa (12/9/2017).

Sebelumnya pada semifinal, Satria yang merupakan unggulan keempat harus berjuang keras hingga akhirnya bisa mengalahkan atlet Malaysia Malaysia Muhammad Shaqil Imran dengan skor 9-11, 11-5, 11-9, 14-11.

Hal yang sama juga diraih oleh Afy Luqman Bin Noor Afendy, yang menjadi satu-satunya perwakilan Malaysia di tunggal putra setelah di final mengalahkan atlet Indonesia Ilham Nurhakim dengan skor 11-8, 11-5, 11-9.

Sementara itu juara tunggal putri diraih oleh atlet Malaysia, Noor Ainaa Amani Binti Ampandi setelah di final mengalahkan atlet Singapura Au Yeong Wai Yhann dengan skor 11-7, 11-4, 11-9.

Usai pertandingan, Satria mengaku bangga sekaligus puas karena bisa menyumbangkan gelar juara untuk tim Merah Putih pada test even Asian Games ini. “Lawan bermain bagus, beberapa kali bola yang dipukulnya cukup sulit untuk dikembalikan,”ujarnya.

Indonesia masih memiliki peluang untuk menambah gelar juara pada nomor ganda putra, ganda putri, ganda campuran, dan nomor beregu yang akan mulai digelar pada Rabu (13/9/2017) hingga Sabtu (16/9/2017).

Test even Asian Games cabang olah raga squash inidiikuti oleh tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura, dengan total 48 peserta dari 8 kontingen. Even ini selain untuk menguji kemampuan atlet, juga dilakukan untuk melihat sejauhmana kesiapan panitia dalam menjalankan prosedur dan peraturan yang telah ditetapkan.

“Kami melibatkan 8 kontingen, terdiri dari 2 negara asing dan 6 provinsi Indonesia seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Riau,”tutur Manager Kompetisi Squash di Asian Games 2018, Brigitta Tieneke Kijono.

Dia menambahkan, even ini tidak hanya sebagai ajang mengukir prestasi bagi para atlet junior U-19, tetapi juga menjadi ajang belajar bagi panitia squash Indonesia dalam mempersiapkan diri pada pesta olah raga multievent terbesar tingkat Asia tersebut. (B5)