Squash Jabar Tetap Siapkan Atlet, Kendati Belum Ada Kepastian

Bandung- Meski cabang olahraga squash masih diperjuangkan untuk menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di Papua, Pengprov Persatuan Squash Indonesia (PSI) Jawa Barat tetap mempersiapkan atlet yang akan diturunkan pada perhelatan multi event empat tahunan itu.
Salah satunya dengan menggelar kejuaraan bertajuk Gubernur Jabar Open 2019 yang sekaligus menjadi ajang seleksi bagi atlet penghuni tim pelatda PON 2020 nanti. “Peserta yang hadir di kejuaraan ini 150 atlet, terdiri dari 70 atlet senior atau prestasi dan 80 atlet junior atau pembinaan. Mereka berasal dari pengprov di Indonesia yaitu Kaltim, DKI Jakarta, Jatim, Jateng dan Banten. Kemudian dari beberapa pengcab di Jabar seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Sukabumi dan Kota Bandung. Ditambah dari klub seperti Siliwang Saquash Center dan perorangan dari beberapa atlet pelatnas,”ujar Sekretaris Umum Pengprov PSI Jabar, Arif Mustopa di Siliwangi Squash Center, Jl. Lombok, Bandung, Selasa (02/07/2019). Arif menegaskan digelarnya kejuaraan terbuka tersebut untuk menghidupkan sekaligus sosialisasi olahraga squash supaya lebih dikenal masyarakat. Namun khusus untuk jalur prestasi, kejuaraan ini merupakan persiapan menjelang PON XX/2020 untuk yang senior dan Porda 2022 untuk junior. “Ada beberapa kategori yang dipertandingkan, yaitu junior kelompok Umur (KU) 11, KU 13 dan KU 15. Untuk senior atau prestasi kita mempertandingkan U-17, U-19 dan U-23. Kenapa U-23? karena kita ingin mengejar persiapan PON. Mereka masuk di kategori yang layak,”kata arif.
Ia berharap, cabor squash masuk dalam jajaran cabor yang dipertandingkan di PON Papua. “Tadi malam saya dapat info sedang ada Musornas KONI Pusat di jakarta dan salah satu bahasan komisi adalah membahas cabor squas untuk bisa dipertandingkan di PON Papua. Kemudian selanjutnya akan digodog jumlah nomor dan batasan usia. Mudah-mudahan cita-cita bersama ini tercapai,”pungkasnya. *** (P93)