Tanpa Wali kota, Tim Bayangan Kota Bandung Untuk Porda Dikukuhkan

BANDUNG, – Tanpa dihadiri oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, tim pemusatan latihan cabang Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung dikukuhkan di GOR KONI, Jalan Terusan Jakarta, Kota Bandung, Minggu (29/10/2017). Sebanyak 180-190 medali emas menjadi estimasi target yang juga diamanatkan kepada para atlet pada pengukuhan tim bayangan untuk Pekan Olahraga Dearah (Porda) Jawa Barat XIII/2018 itu.
“Estimasi target hingga 190 medali emas¬† itu adalah proyeksi hasil hitungan kami dengan mempertimbangkan potensi cabor tentunya. Tapi, angka itu bisa berkurang ataupun lebih, tergantung pencapaian pada babak kualifikasi, pertandingan uji coba, dan lainnya. Oleh karena itu, kami akan benar-benar memantau dan mengevaluasi tim pelatcab ini, terutama melalui hasil babak kualifikasi. Kami tidak akan mengirimkan atlet yang tidak punya potensi untuk meraih medali,” ujar Ketua Umum KONI Kota Bandung Aan Johana di sela-sela acara.
Aan mengatakan, jumlah atlet peserta pelatcab kali ini yang mencapai 1.500 atlet masih pada kisaran angka 150 sampai 200 persen. Dikatakannya, dengan penerapab prinsip efektivitas dan efisiensi, tim inti yang akan dikirim ke Porda XIII di Kabupaten Bogor tahun depan berkisar pada jumlah 800 atlet. Oleh karena itu, pemangkasan besar-besaran akan dilakukan dengan berpatokan pada hasil babak kualifikasi.
“Sekali lagi, tidak semua atlet yang lolos babak kualifikasi akan otomatis diberangkatkan ke Porda.
Untuk olahraga perseorangan yang terukur misalnya. Kalau lolos Bk tapi catatan waktunya sangat jauh dengan kompetitor, lebih baik tidak diberangkatkan. Kami menargetkan pada Porda nanti, tidak ada atlet yang tidak meraih medali. Jadi kami hanya akan kirim atlet yang bisa mempersembahkan medali pada Porda nanti,” kata Aan.
Dia mengatakan, untuk menambah kualitas dan mematangkan persiapan, sejumlah cabang olah raga yang sudah meloloskan atletnya pada babak kualifikasi akan didukung untuk melakukan pertandingan-pertandingan uji coba, baik di Bandung maupun ke daerah lain.
“Kami sangat mengapresiasi cabor-cabor yang sudah meloloskan banyak atletnya di babak kualifikasi seperti karate, taekwondo, voli, futsal, renang, dan lainnya. Bagi yang sedang atau akan melakukan BK, saya harap bisa berhasil dan meloloskan atlet sebanyak mungkin juga.kami juga siap mendukung dan memfasilitasi tryout atau tryin untuk terus memoles kemampuan atlet ,” kata Aan.
Pengukuhan tim Pelatcab Kota Bandung tidak dilakukan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Tidak ada pula pejabat teras Pemerintahan Kota Bandung yang datang mewakilinya. Kendati jadwal pengukuhan sudah dimundurkan sehari dengan harapan Ridwan bisa datang, sang wali kota tetap tidak memenuhi undangan karena berbenturan dengan agenda lain. Akhirnya, pengukuhan dilakukan oleh aparatur sipil negara setingkat kepala bidang.
Sejumlah atlet maupun pengurus cabang olah raga mengaku kecewa dengan ketidakhadiran pejabat teras Kota Bandung, khususnya Wali Kota Ridwan Kamil. Padahal, mereka menilai kehadiran pemimpin Kota abndung itu sangat penting secara psikologis untuk memberikan dukungan kepada para atlet yang akan menjalani pemusatan latihan maupaun melakoni pertandingan babak kualifikasi dengan membawa nama Kota Bandung.
“Kami awalnya sangat antusias hadir di launching ini karena kabarnya Pak wali Kota yanga kan langsung meresmikan tim dan memberikan kami motivasi. Tapi ternyata tidak datang. Padahal, dukungan, terutama motivasi dari beliau sangat penting dan kamj harapkan,” kata Hidral, salah seorang atlet futsal Kota Bandung. (B4)