Targetkan Delapan Emas di Papua, IKASI Jabar Rutinkan Sirkuit

BANDUNG,- Sirkuit Anggar Jawa Barat akan menjadi agenda rutin tahunan Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Jawa Barat mulai tahun ini. Selain itu, Ikasi Jabar juga akan menggelar kejuaraan tingkat nasional dan internasional untuk mendukung pola pembinaan prestasi.

Ketua Umum Ikasi Jabar Asyanti Rozana Thalib mengatakan, minimnya kejuaraan selama ini menjadi kendala pembinaan di daerah. Tanpa itu, program latihan dan pembibitan atlet tidak terlalu optimal karena jam terbang mereka tidak terasah.

“Selama ini di Jabar, kejuaraan anggar hampir tak pernah ada. Di tingkat nasional pun belum begitu banyak,” ujarnya Asyanti di sela-sela Sirkuit Anggar I Jabar di GOR Tri Lomba Juang, Jln. Pajajaran Kota Bandung, Minggu (14/5/2017).

Saat ini, kata Asyanti, prestasi anggar Jabar sudah sangat menggembirakan. Apalagi anggar mampu menjadi juara umum dengan raihan 5 emas pada PON XIX 2016 lalu.

Namun prestasi itu jelas sulit dipertahankan jika pembinaan dan regenerasi atlet tidak berjalan. Apalagi Ikasi Jabar sendiri menargetkan 7-8 medali emas pada PON XX Papua 2020.

Dengan gelaran sirkuit rutin, Asyanti yakin popularitas anggar akan meningkat di tengah masyarakat. Dengan begitu, minat masyarakat untuk menggeluti anggar semakin tinggi dan bibit-bibit atlet baru akan lahir.

Jika tidak ada kendala, setiap tahun Ikasi Jabar juga akan menggelar kejuaraan rutin skala nasional maupun internasional. “Rencananya pada November 2017, kami juga akan menggelar kejuaraan internasional di Kabupaten Bogor. Para atlet yang berprestasi di sirkuit ini juga akan kami turunkan di ajang itu nanti,” tutur Asyanti.

Terkait pendanaan, Asyanti mengaku bahwa hal itu akan menjadi tanggung jawab Ikasi Jabar. Namun ia akan berjuang untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah.

Menurut Asyanti, kesediaan pemerintah untuk memberi bantuan dana tak lepas dari kemampuan pengurus cabor dalam memberi pemahaman. Jika manfaatnya besar bagi kepentingan prestasi dan pendapatan daerah, pemerintah tidak mungking menolak.

Olahraga, kata Asyanti, sebenarnya merupakan salah satu komoditas terbaik yang bisa dijual untuk mendapatkan pendapatan bagi daerah. Apalagi olahraga tidak bisa dilepaskan dari daya tarik dan keterkaitannya dengan pariwisata.

“Kami rencananya akan mengemas kejuaraan internasional itu dengan sektor pariwisata. Jika dikemas baik dan menjual nama Jabar, pemerintah justru bisa mendapatkan PAD,” ujar Asyanti.

Asyanti pun yakin, Ikasi Jabar tidak akan membutuhkan banyak biaya untuk menggelar kejuaran skala apapun. Soalnya peralatan pertandingan kini sudah dimiliki karena peralatan eks PON XIX sudah diserahterimakan dari pemprov Jabar. (B8)