Tim Bola Voli Indoor Kota Bandung Lolos Ke Porda Jawa Barat XIII/2018

BANDUNG, – Tim voli indoor putra Kota Bandung lolos ke putaran final Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII/2018. Pada pertandingan terakhir babak kualifikasi Porda Wilayah II yang digelar di Kabupaten Bekasi, Minggu (24/9/2017), tim Kota Bandung menang atas Kabupaten Purwakarta.
Kemenangan membuat tim putra Kota Bandung mengakhiri babak kualifikasi yang digelar sejak 20-24 September 2017 itu dengan hasil sempurna, yakni lima kemenangan dari lima pertandingan. Sebelum menundukkan Purwakarta 3-0, Irwan Rahman dan kawan-kawan juga menang telak 3-0 atas Cimahi, Kabupaten Subang, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Karawang. Berkat torehan sempurna tersebut, Kota Bandung lolos ke Porda Jabar XIII/2018 sebagai pemucak klasemen babak kualifikasi, ditemani Kabupaten Ciamis yang mengunci peringkat kedua.
“Mungkin dari sisi hasil (selalu menang), langkah kami terlihat mudah. Tapi sebenarnya setiap pertandingan berlangsung cukup berat karena lawan-lawan juga punya kualitas berimbang,” ujar Pelatih Tim Voli indoor putra Kota Bandung Agus Irawan, Senin (25/9/2017).
Agus mengatakan, meski tampil sebagai juara babak kualifikasi dengan catatan tak pernah kalah satu set pun, masih banyak hal yang perlu dibenahi oleh timnya, baik dari sisi teknis maupun nonteknis. Menurut Agus dari sisi teknis, timnya masih harus memperbaiki sistem pertahanan, khusunya dalam mengeblok spike lawan. Selain itu, kemampuan toser juga masih harus ditingkatkan dan timnya juga masih belum bisa memanfaatkan servis sebagai serangan pertama mematikan untuk mendulang poin.
“Cara bertahan kami masih harus diperbaiki, toser juga masih labil. Selain itu, kami harus meningkatkan kualitas servis para pemain, harus dipertajam karena baru sekadar menyulitkan, belum pada tahap membunuh. Kalau dari sisi serangan, spike-spike, secara umum sudah baik, tinggal menambah variasi,” ujar Agus.
Dia menambahkan, para pemain tim voli indoor putra Kota Bandung sebenarnya memiliki kualitas teknik yang apik. Selain itu, kualitas pemain inti dan cadangan juga nyaris tidak berbeda sehingga rotasi yang tepat bisa menjaga level performa. Akan tetapi,  masalah nonteknis adalah pekerjaan paling krusial untuk diselesaikan. Agus mengatakan, mayoritas pemainnya masih sangat muda sehingga belum stabil secara emosi, khususnya dalam hal ketenangan bermain.
“Kebanyakan masih sangat muda, kelahiran 2001, masih level junior. Jadi masalahnya lebih banyak faktor nonteknis seperti ketenangan bermain, leadership belum baik, kebersamaan, dan komunikasi antarpemain di lapangan juga masih kurang,” kata Agus.
Dia mengatakan, deretan hasil evaluasi sepanjang pelaksanaan babak kualifikasi Porda akan segera dikomunikasikan dengan Pengurus Cabang Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Bandung. Selanjutnya, baru akan ditetapkan bagaimana kelanjutan program untuk terus menyelidkan tim sebelum bersaing pada kompetisi sebenarnya, Porda XIII/2018. (B8)