Tim Hoki Putri Jabar Jajal Kekuatan Tim Putri Pakistan di Jalak Harupat

BANDUNG,- Pengurus Pusat (PP) Persatuan Hockey Seluruh Indonesia (PHSI) secara khusus mengundang tim nasional putri Pakistan untuk melakukan uji tanding dengan tim-tim hoki putri di Indonesia. Selama enam hari mulai Senin (8/5/2017), tim putri Pakistan akan menjajal kekuatan beberapa tim putri provinsi di Indonesia.

Pada laga uji coba perdana, tim putri Pakistan menghadapi tim putri Jabar di lapangan Hoki si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (8/5/2017). Pada laga uji coba tersebut, tim putri Jabar harus mengakui keunggulan tim putri Pakistan dalam laga 4×15 menit dengan skor 8-3.

Ketua PP PHSI, Mr P Rajkhumar Singh menuturkan, tim putri Pakistan ke Indonesia sengaja diundang untuk memberikan pengalaman bertanding bagi para atlet hoki di Indonesia. Selain menjalani laga persahabatan dengan tim putri Jabar, tim putri Pakistan pun akan menjalani laga dengan beberapa tim lain.

“Selama enam hari di Bandung, tim putri Pakistan ini akan menghadapi tim asal Indonesia. Setelah Jabar, nanti akan menghadapi tim putri Kaltim, Jatim, dan Papua,” ujar Rajkhumar Singh saat ditemui di sela-sela laga persahabatan tim putri Jabar versus Pakistan di lapangan Hoki si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (8/5/2017).

Mendatangkan tim asal luar negeri, lanjut Rajkhumar, menjadi salah satu upaya pihaknya dalam melakukan pembinaan setiap provinsi. Dengan demikian, perkembangan dan pembinaan hoki di setiap provinsi bisa terus berjalan dengan baik.

“Untuk itu kita akan perbanyak pertandingan sehingga setiap daerah ada proses pembinaan yang dilakukan. Rencananya, program mendatangkan tim luar negeri untuk melakukan uji coba akan kita gelar setahun dua kali. Setelah Pakistan ini, kita akan undang tim dari India, Australia dan Belanda,” tuturnya.

Dengan banyaknya even uji coba dnegan tim luar negeri, diharapkan bisa mucul atlet-atlet potensial dari 13 Pengprov PHSI di Indonesia yang bisa berlaga di level internasional. Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan pogram yang akan dilanjutkan oleh pengurus selanjutnya.

“Saya dapat informasi kalau ada orang Papua yang diadopsi warga Belanda yang tampil di Olimpiade membela Belanda, dan itu membuktikan kalau kita ternyata bisa. Saya targetkan dalam dua tahun ke depan, kita bisa merajai di tingkat Asia Tenggara. Kalau untuk level Asia, saya targetkan dalam empat tahun kedepan. Kalau untuk SEA Games 2017 dan Asian Games 2018, kita masih belum siap dan masih kalah dengan negara tetangga lain seperti Malaysia dan Singapura,” tegasnya. (B3)