Untuk Jadi Anggota KONI, Komunitas Lempar Pisau Deklarasikan Forlempika

BANDUNG, – D’Lempar Pisau Indonesia menginisiasi pelaksanaan deklarasi Federasi Olahraga Lempar Pisau dan Kapak Seluruh Indonesia (Forlempika) yang digelar di Gedung KONI Jawa Barat, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Minggu (24/9/2017). Forlempika akan menjadi induk federasi seluruh klub lempar pisau se-Indonesia sekaligus upaya memperjuangkan lempar pisau sebagai cabang olahraga resmi yang diakui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Ketua Tim Ad Hoc Deklarasi Forlempika, Asep Tedi mengatakan, deklarasi ini mendapatkan dukungan dari 24 chapter (cabang) kota dari 12 provinsi di Indonesia.
“Olahraga lempar pisau sudah lama berada pada level komunitas, sejak tahun 2010. Kami punya cita-cita agar lempar pisau diakui dan dipertandingkan layaknya olahraga lainnya pada event-event besar nasional. Dan deklarasi ini adalah langkah awal untuk mewujudkan cita-cita itu. Sebelum kami mengajukan kepada KONI untuk menjadi anggota resmi, tentunya harus dilengkapi dulu syarat-syarat sesuai standar KONI,” ujar Asep di sela-sela acara deklarasi.
Dia mengatakan, salah satu syarat pentng untuk menjadi cabor anggota KONI adalah keberadaan kepengurusan dalam jumlah spesifik di tingkat daerah (provinsi) hingga kabupaten atau kota. Namun Asep optimistis, bermodalkan cabang-cabang yang berada di daerah yang sudah terbentuk berupa chapter klub, syarat tersebut akan bisa dipenuhi.
“Syarat untuk menjadi cabor anggota KONI itu minimal punya 10 pengurus daerah (provinsi) dan di tiap-tiap daerah itu ada kepengurusan cabang  minimal di  dua kabupaten atau kota.Sejak 2010, chapter-chapter sudah terbentuk di 12 provinsi dan 24 kabupaten kota, itu adalah embrio kepengurusan daerah,” kata Asep.
Dia mengatakan, lempar pisau sejatinya sudah memenuhi kriteria cabang olahraga positif yang layak dipertandingkan. Lempar pisau, kata dia adalah olahraga terukur yang butuh fokus dan kebugaran tubuh untuk melakukannya dengan benar.
“Olahraga ini terukur, bisa dipertandingkan, berdampak positif pada pengembangan potensi manusia. Secara ekonomi juga memberikan dampak positif, khususnya kepada para pengrajin pisau lokal, jadi layak diakui. Selain itu, kami sudah punya regulasi kompetisi maupun nomor-nomor yang diperlombakan dan itu sudah diterapkan pada tiga kejuaraan nasional yang kami gelar sejak 2010 lalu,” ujar Asep.
Dia mengatakan, langkah selanjutnya setelah deklarasi ini adalah segera memilih ketua federasi dan membentuk jajaran kepengurusan. Diharapkan, sembari rangkaian proses itu dijalani, lempar pisau bisa digelar sebagai cabang olah raga eksebisi pada Pekan Olahraga Daerah (porda) Jabar XIII/2018 di Kabupaten Bogor nanti.
“Perjalanan pengajuan ke KONI Pusat masih cukup panjang . Harus memenuhi kelengkapan pemberkasan mulai dari anggaran dasar angaran rumah tangga, regulasi kompetisi, dan laainnya. Tapi tanpa deklarasi, semua itu tidak akan tercapai. Jika sampai bisa tembus (jadi olah raga resmi KONI), ini akan menjadi catatan menarik karena berarti Indoneia adalah yang pertama punya federasi sekaliigus diakui KONI. Di luar negeri, lempar pisau masih pada level klub,” ujarnya. (B6)