Usai Gantung Sarung Tinju Atlet Jabar ini Buka Sasana

BANDUNG, – Olahraga tinju menjadi kegiatan yang berat untuk ditinggalkannya. Meski sudah gantung sarung tinju setelah PON XIX 2016 lalu, ia pun mencoba mendirikan sasana belum lama ini di kawasan Cibiru, tepatnya Jalan Sadang Cibiru.

Adalah Dadan Amanda. Atlet tinju asal Sukabumi ini mencoba membuka sasana tinju untuk memajukan olahraga tinju di Jawa Barat guna melahirkan atlet-atlet yang berprestasi baik di tingkat nasional, bahkan internasional.

“Awalnya saya sama istri sewa tempat membuka rumah nutrisi dekat rumah, kebetulan tempatnya agak besar, jadi sekalian saja buka sasana biar saya bisa melatih anak-anak sekitar yang mau dibina jadi atlet tinju,” ujar Dadan saat dihubungi Selasa (25/4/2017) di Bandung.

Meski dengan peralatan baru seadanya, Dadan optimistis suatu saat akan lahir penerusnya selama ada atlet yang dibinanya serius berlatih dan tidak patah semangat. “Untuk sementara peralatan seadanya tapi Alhamdulillah,  yang penting berjalan dulu, siapa tau ada yang peduli kedepannnya. Kalau tidak dimulai sekarang kapan lagi bisa mengamalkan ilmu yang selama ini saya jalani menjadi atlet,” jelasnya.

Ia pun berharap kelak lahir generasi penerus dari hasil binaanya sendiri sebagai atlet tinju berkualitas dan dapat mengharumkan Jabar setelah ia pensiun sebagai atlet tinju.

“Untuk sementara ini saya sewa tempat  sasana selama lima tahun. Selain sasana ada juga club nutrisi atau rumah sehat. Ya menjalani hobi sambil pakai usaha juga. Tapi nama sasananya belum kepikiran, kalau nama klub nutrisinya Amanda Boxing Club,” seloroh Dadan sambil tertawa.

Suami dari pejudo asal Jawa Barat, Raisya Puspita ini mengaku saat ini baru ada dua orang atlet yang serius dibinanya karena belum pada tahu. Ia berharap atlet binaanya terus bertambah. Adapun atlet tinju yang dibinanya itu antara usia 10-15 tahun.

“Kalau lahir atlet tinju yang berkualitas kurang lebih seperti saya maka Jabar tidak usah repot-repot membeli petinju dari luar,” ucapnya tersenyum.

Dadan Amanda selama ini memang atlet tinju Jabar yang selalu diandalkan. Selama berkarir, ia memberikan tiga emas berturut-turut diajang PON, karena itu ia berharap ada yang bisa memecahkan rekornya selama ini. Selain itu, ia mendapat medali perunggu pada Kejuaraan Tinju Internasional Agung Cup 2014 di Kedah, Malaysia dan tercatat sebagai petinju junior yang menyumbangkan medali petunggu pada Asean Games 2005 di Manila, Filipina.(B4)