17 Kota/Kabupaten Ikuti Babak Kualifikasi Porda Jabar XIII Cabor Sepak Takraw

BANDUNG,- Ratusan atlet sepak takraw dari 17 kota dan kabupaten di Jawa Barat akan memperebutkan kuota untuk bisa tampil di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII tahun 2018 pada babak kualifikasi cabang olahraga sepak takraw. Pelaksanaan babak kualifikasi Porda Jabar XIII cabang olahraga sepak takraw sendiri akan digelar di kampus UPI, Jalan Setiabudi Kota Bandung, Minggu-Senin (10-18/12/2017).
Technical delegate cabang olahraga sepak takraw Porda Jabar XIII, Iskandar menuturkan, babak kualifikasi menjadi tahapan yang harus dilewati semua atlet untuk bisa berlaga di ajang Porda Jabar XIII mewakili kota dan kabupaten masing-masing. Kota dan kabupaten yang sudah dipastikan mengirimkan atletnya pada babak kualifikasi sebanyak 17 daerah dari 25 pengcab Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) kota/kabupaten di Jabar.
“Ada sekitar tujuh daerah yang tidak mengirimkan atletnya di babak kualifikasi dan dipastikan tidak berlaga di Porda Jabar XIII pada tahun 2018 nanti, diluar tuan rumah Kabupaten Bogor yang mendapatkan wildcard tidak mengikuti babak kualifikasi. Diantaranya Cianjur, Kota Sukabumi, Karawang dan Kota Cirebon. Alasan mereka tidak kirim atlet di babak kualifikasi pun beragam, mulai dari kendala dana sampai dengan ketiadaan atlet,” ujar Iskandar saat ditemui di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Jumat (8/12/2017).
Iskandar menambahkan, pihaknya tidak membatasi usia atlet yang bisa tampil di ajang multieven olahraga empat tahunan tingkat Jabar tersebut. Untuk itu, setiap kota/kabupaten bisa mengirimkan atlet terbaik mereka untuk bertarung memprebutkan kuota tampil di ajang Porda Jabar XIII cabang olahraga sepak takraw.
“Untuk komposisi full tim, satu daerah diperkuat 12 atlet. Nama-nama atlet yang akan tampil pun harus sudah masuk pada saat manager meeting babak kualifikasi, termasuk nama-nama atlet tuan rumah Kabupaten Bogor meski mereka mendapatkan wildcard lolos langsung ke Porda Jabar XIII tanpa melalui babak kualifikasi,” terangnya.
Setiap atlet, lanjut Iskandar, harus menyertakan persyaratan-persyaratan saat didaftarkan untuk tampil di Porda Jabar XIII tahun 2018. Mulai dari persayaratan domisili yakni KTP, kartu keluarga, hingga surat mutasi jika atlet yang bersangkutan merupakan pindahan dari kota/kabupaten atau provinsi lain.
“Selain itu, setiap atlet pun wajib menyertakan pakta integritas yang ditandatangani si atlet yang bersangkutan diatas materai. Dalam pakta integritas tersebut harus mencantumkan jika atlet yang bersangkutan harus siap membela Jabar di ajang PON XX jika terpanggil sebagai tim sepak takraw Jabar,” tegasnya.
Untuk nomor yang akan dipertandingkan pada babak kualifikasi dan Porda Jabar XIII sebanyak enam nomor pertandingan. Yakni nomor tim putra dan putri, regu putra dan putri, serta nomor double event putra dan putri dengan kelolosan atlet di setiap nomor yang berbeda-beda.
“Untuk nomor tim putra dan putri, yang berhak tampil di Porda Jabar XIII adalah delapan besar babak kualifikasi. Sedangkan untuk nomor regu dan double even di kelompok putra serta putri, yang lolos ke Porda Jabar XIII yakni mereka yang menempati peringkat 12 besar di babak kualifikasi. Dan untuk tuan rumah, mendapat satu jatah kuota di setiap nomor pertandingan. Jadi saat Porda Jabar XIII di cabang olahraga sepak takraw, akan diikuti oleh sembilan tim putra dan putri di nomor tim, lalu 13 tim putra dan putri di nomor regu, serta 13 tim putra dan putri untuk nomor double event,” pungkasnya.
Pelaksanaan babak kualifikasi Porda Jabar XIII cabang olahraga sepak takraw sendiri, akan diawali dengan pelantikan kepengurusan bari PSTI Jabar hasil pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) yang digelar pada beberapa bulan lalu. Dari Musorprovlub PSTI Jabar sendiri terpilih Sucipto untuk memimpin kepengurusan PSTI Jabar periode 2017-2021. (B3)