348 Perenang Rebutkan Kuota 30 Tiket Menuju Kejurnas

BANDUNG,- Sebanyak 348 perenang bersaing dalam Kejuaraan Renang Daerah Antarkota Kabupaten dan Antarkelompok Umur yang digelar di Kolam Renang Prestasi Pajajaran, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jumat (30/3/2018). Selain memperebutkan  Piala KONI Jawa Barat , kejurda ini juga merupakan arena seleksi untuk menjaring 30 atlet terbaik yang nantinya bakal memperkuat tim renang Jabar pada kejuaraan nasional Festival Aquatik Indonesia (FAI) 2018 di Surabaya.

“Kejuaraan ini merupakan agenda rutin tahunan. Kali ini fokusnya adalah sebagai ajang selekda (seleksi atlet daerah) untuk tim Jabar di Kejurnas. Hanya sekitar 30 atlet yang akan dikirim ke Kejurnas dan itu sudah termasuk empat atlet andalan kita yang sedang pelatnas Asian Games di Australia. Target Jabar juara umum di FAI, jadi kami harap  mendapatkan atlet-atlet terbaik dari kejurda ini,” ujar Ketua Bidang Perlombaan dan Perwasitan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jawa Barat Aa Herdiatna saat ditemui di sela-sela kejuaraan.

Dia mengatakan, jumlah nomor perlombaan pada kejurda kali ini mengalami peningkatan pesat yakni menjadi 1.700 nomor, dari  edisi sebelumnya 1.200 nomor. Akan tetapi dari sisi jumlah peserta, kata Aa, terjadi penurunan cukup signifikan karena pada tahun lalu, kejurda melibatkan sedikitnya 420 perenang.
“Salah satunya mungkin karena pemberlakukan sistem seeded pada kelompok umur 8 tahun, jadi mereka enggan mengikuti,” kata Aa.
Kejurda yang berlansgung sampai Minggu (1/4/2018) ini diikuti oleh para perenang dari 25 pengcab PRSI se-Jabar dan 35 perkumpulan renang. Lima pengcab tidak mengutus atletnya karena berbagai alasan. Selain sebagai ajang selekda, kejuaraan ini juga daat dijadikan sebagai salah satu kualifikasi, khususnya bagi daerah-daerah yang ingin mengganti atau menambah kuota atlet Porda cabor renang.
“Ada lima pengcab yang tidak ikut mungkin berhubungan dengan dana karena para atlet peserta dibiayai oleh pengcab masing-masing. Selain itu, mungkin saja jumlah peserta dari daerah menurun karena daerah yang bersangkutan sudah meloloskan atlet terbaiknya di putaran final Porda 2018 dan merasa atletnya tidak akan punya kans masuk tim Jabar pada Kejurnas,” ujar Aa.
Dikatakan Aa, mayoritas daerah menurunkan atlet-atlet yang yang merupakan anggota tim Porda sehingga sangat berpotensi muncul kejutan dalam perebutan juara pada setia nomor. Dia menilai, kejuaraan ini memiliki standar cukup baik sehingga bisa dijadikan salah satu arena pemanasan sebelum berlaga di Porda Jabar XIII 2018 “Tuan rumah (Kota Bandung) tidak turun full team karena ada sejumlah atletnya yang sedang pelatnas. Tapi, daerah banyak menurunkan atlet Porda sehingga kejuaraan ini cukup kompetitif. Dan memang bagi atlet Porda,  kejurda ini bisa dijadikan ajang pemanasan sebelum berkompetisi di putaran final Porda nanti,” kata Aa. (B2)