Ahmad Saefudin Tegaskan Dirinya Siap Pimpin KONI Jabar Periode 2018-2022

BANDUNG,- Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat, Ahmad Saefudin menegaskan bahwa dirinya siap untuk memimpin kembali KONI Jabar periode 2018-2022. Pernyataan Ahmad itu menjawab pertanyaan dari anggota pada acara silaturahmi dan konsolidasi organiasi KONI Jabar bersama anggotanya, yakni Konida Kota Kabupaten, cabang olahraga, dan badan fungsional, di Hotel Grans Aquila, Jalan dr Djundjunan, Kota Bandung, Jumat-Sabtu (3-4/8/2018).

Materi konsolidasi ini sebenarnya membahas pemantapan persiapan Porda Jabar yang akan digelar 6-15 Oktober, persiapan menyukseskan Asian Games 2018, dan pemaparan program KONI Jabar untuk PON XX 2020 Papua. Namun, pada kesempatan tersebut, ada beberapa cabang olahraga maupun Konida mempertanyakan legalitas masa kepengurusan KONI Jabar 2014-2018.

Ahmad mengatakan alasan dirinya siap maju lagi memimpin KONI Jabar adanya keinginan atau dukungan dari cabang olahraga, Konida, dan badan fungsional. “Saya juga balik bertanya kepada mereka, apakah dukungan
kepada saya sesuai hati nurani? Kalau memang sesuai hati nurani, saya juga dengan hati nurani, Insya Allah siap amanah memimpin KONI Jabar ke depan,” kata Ahmad, Senin (6/8/2018).

Kepengurusan KONI Jabar periode 2014-2018 akan berakir September. Oleh karena itu, dalam pertemuan itu, Ahmad menegaskan bahwa pelaksanaan Musoprov KONI Jabar akan dilaksanakan pada pekan pertama atau kedua September. “Kami tidak akan mempercepat atau memperlambat pelaksanaan Musorprov. Kami akan terbuka dan tetap pada jalur organisasi sesuai aturan yang berlaku, bahwa kepengurusan sekarang memang berakhir September,” ujarnya.

Berdasarkan dua kali penyelenggaraan Musorprov KONI Jabar memilih ketua umum, selalu digelar sebelum pelaksanaan Porda. Karenanya, pada saat pelaksanaan Porda XIII 2018, yang ikut terlibat adalah kepengurusan baru KONI Jabar 2018-2022. Ahmad menjelaskan bahwa pada masa kepengurusan KONI Jabar 2014-2018
telah menyusun program pembinaan jangka panjang, termasuk untuk meraih prestasi pada PON XX 2020. Program ini telah disusun oleh tim ahli sesuai bidangnya yang melibatkan pakar olahraga, ilmu pengetahun dan
teknologi (sport science), dan ditunjang dengan program kerjasama olahraga Pemprov Jabar dan Provinsi Gyeongsangbuk-Do Korea.

Salah satu pakar olahraga yang ikut menyusun program jangka panjang pembinaan adalah Prof. Rusli Lutan dan pihak Kampus UPI. “Sukses Jabar pada PON 2016 Jabar lalu, bukan karena prestasi seorang Ahmad Saefudin. Namun, semua elemen bahu membahu memiliki tekad sama membawa prestasi Jabar dalam bidang olahraga. Eksekutif, legislatif, KONI Jabar, perguruan tinggi, dan masyarakat sangat kompak dalam mendukung pencapaian prestasi tersebut,” katanya. Karena itu, sinergitas semua eleman yang sudah terbangun ini, kata Ahmad, agar terus dipertahankan, dan bahkan bisa ditingkatkan lagi, karena demi prestasi olahraga tidak bisa satu atau dua elemen berdiri sendiri.

Semua pemangku kepentingan perlu bekerjasama. Ahmad menjelaskan selama kepengurusannya, dia tak hanya fokus soal pembinaan. Namun, atlet yang telah memberikan prestasi kepada Jabar mendapat perhatian soal pendidikan, sehingga KONI Jabar memprakarsai kerjasama beasiswa bidang pendidikan seperti dengan ITB, UPI, STKIP Pasundan, dan program pascasarjana UPI.

“Setelah mereka lepas dari status atlet, minimal memiliki bekal pendidikan. Jadi dengan program bidang pendidikan ini, jangan sampai terdengar lagi setelah pension dari atlet terlunta-lunta. Minimal dengan memiliki status pendidikan, mereka bisa bekerja atau jadi pintar untuk berbisnis untuk menopang kehidupannya,” kata Ahmad.

Dukungan Ketua Umum Ikatan Olahraga Dance Sport Indonesia (IODI) Jawa Barat, Ayda Gurning mengakui bahwa pihaknya termasuk yang meminta kepastian Ahmad Saefudin apakah maju lagi atau tidak untuk memimpin KONI Jabar 2018-2022. Ia juga yang ikut mempertanyakan legalitas kepengurusan sekarang masa berlakunya berakhir kapan.

Ayda secara terang-terangan akan mendukung Ahmad Saefudin karena berbagai prestasi yang telah ditorehkan selama memimpin KONI Jabar. “Kami bersikap realistis. Pak Ahmad ada prestasi membawa Jabar juara umum PON setelah menunggu hampir 50 tahun lebih. Kalau saat itu gagal juara umum, ceritanya akan lain. Nah, nanti pembuktian adalah di PON 2020 Papua. Kemarin KONI sudah memapaparkan tekad mempertahankan gelar juara umum serta peta kekuatan pesaing Jabar nanti,” ujarnya. (A1)