ASKOT PSSI Kota Bandung Manfaatkan Ngabuburit Dengan Diskusi Bersama Pelatih

BANDUNG,- Untuk meningkatkan kualitas para pelatih sepak bola di Kota Bandung agar lebih tumbuh dan berkembang, Askot PSSI Kota Bandung gelar acara Ngariung Pelatih (ngumpul pelatih) dengan tema ‘Ngobrolkeun Balbalan Bari Ngabuburit’ yang dilaksanakan di Aula Asprov PSSI Jawa Barat, Jalan Lodaya, Selasa (29/5/2018) lalu.

Selain dijadikan sebagai ajang diskusi para pelatih yang berasal dari Persatuan Sepak Bola (PS) di Kota Bandung, acara ini juga dijadikan sebagai ajang kumpul para pelatih di bulan Ramadan.

Adapun pembicara yang menjadi narasumber pada acara ‘Ngariung Pelatih Bandung’ diantaranya Deny Samsudin yang diketahui sebagai instruktur AFC, lalu Lukas Tumbuan, Kartono Pramdhan dan legenda Persib Yusuf Bachtiar.

“Tujuan dari diadakannya Ngariung Pelatih Bandung ini untuk menyamakan visi dan peraepsi sepak bola Kota Bandung. Dengan menghadirkan beberapa nara sumber kita juga ingin ikut menyampaikan beberpa perkembangan teknologi kepelatihan sepak bola yang sedang berkembang diluar sana,”ungkap Ketua Panitia, H Laga Sudarmadi disela kegiatan.

Lanjut Laga, beberapa nara sumber seperti Deny Samsudin dan Lukas Tumbuan akan lebih menyampaikan bagaimana penerapan latihan teknik dan strategi untuk usia pembinaan, remaja dan senior.

“Saat ini narasumber betul-betul kita hadirkan dari pakarnya agar bisa membagu ilmunya kepada para peserta pelatih disini, materi yang dibahas disini itu cenderung kepada penerapan latihan untuk pemain usia dini, usia remaja dan senior ditambah juga dengan pemberian materi mengenai teknik dan strategi,” jelasnya.

Untuk peserta dari diskusi ini Laga menjelaskan telah mengundang sebanyak 156 pelatih yang berasal dari 36 PS ditambah dengan 12 komunitas sepak bola yang ada di Kota Bandung.

“Alhamdulilah antusiasme para pelatih disini sangat tinggi, mudah-musahan ini bisa berkelanjutan, bukan sekedar ngabuburit di bulan puasa saja tapi bisa dilaksanakan rutin,” pungkasnya.

Senada dengan instruktur AFC, Deny Samsudin, jika ingin mencetak para pelatih yang berkualitas ia berharap forum diskusi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara kontinyu.

“Jika ingin pelatih berkualitas tentu harus diaupport dengan acara seperti ini, Askot dan Asprov ikut meningkatkan kualitas pelatih sepak bola kita agar lebih maju, saya mengapresiasi acara seperti ini tapi pemberian materi saja tidak akan cukup, mudah-mudahan kedepan bisa ditambah dengan praktik langsung, karena tuntutannya bagaimana membuat satu parameter dan program didalam latihan untuk usia-usia muda yang nantinya akan melaju ke tingkat professional,” pungkasnya. (B3)