Atlet Pelatcab KONI Kota Bandung Jalani Tes Fisik

BANDUNG,- Ratusan atlet pemusatan latihan cabang (pelatcab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung menjalani tes fisik tahap pertama sebagai persiapan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII/2018. Hasil tes fisik yang dilakukan di Fakultas Pendidikan dan Olahraga Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia, Kota Bandung, Jumat (4/5/2018) ini menjadi salah satu acuan pemberangkatan atlet menuju putaran final Porda di Kabupaten Bogor.

“Ini memang bukan tes fisik final. Namun, hasil tes ini pastinya jadi salah satu acuan untuk evaluasi keberangkatan atlet ke Porda. Ada batas-batas toleransi untuk sejumlah item yang kalau hasilnya terlalu rendah, jelas menjadi peringatan bagi atlet,” ujar Ketua Umum KONI Kota Bandung Aan Johana di sela-sela pemantauan¬† rangkaian tes fisik.
Aan mengatakan, selain latihan reguler, setelah tes fisik ini masih ada rentetan tahapan yang akan dijalani oleh para atlet sebagai bagian pemantapan persiapan. Menurut dia, hasil penilaian dari rangkaian tahapan itu, terutama tes fisik pamungkas, juga masih akan menentukan keberangkatan seorang atlet untuk bertanding di Porda.
“Masih ada workshop, tahapan psikologi, coaching clinic, sampai tes fisik final yang akan digelar nanti setelah Lebaran. Kami berharap semua tahapan itu bisa meningkatkan kualitas atlet baik dari segi fisik, teknik, dan psikologis,” ujarnya.
KONI Kota Bandung, kata Aan, sangat berterima kasih dan mengapresiasi penyelenggaraan tes fisik yang difasilitasi Dispora Kota Bandung dengan memanfaatkan perlengkapan modern dari Sport Science FPOK UPI. Menurut dian dalam waktu dekat akan dilakukan penandatangan nota kesepahaman pendampingan bagi cabor yang hendak memanfaatkan fasilitas modern FPOK UPI untuk latihan atau program persiapan Porda.
Wakil Ketua II KONI Kota Bandung Nuryadi mengatakan, materi tes fisik yang dilakukan berbeda-beda untuk setiap atlet, sesuai dengan karakteristik masing-masing cabor.
“Haasilnya adalah analisis performa individu, analisis rata-rata tim yang nantinya jadi bahan untuk meningkatkan keunggulan dan memperbaiki kekurangan-kekurangan komponen fisik sesuai karakteristik cabor,” ujarnya.
Hasil tes fisik ini menjadi parameter awal untuk diintegrasikan dengan program latihan dan dilihat progres selanjutnya sampai pelaksanaan Porda.
“Tesnya berbeda-beda, tapi umumnya meliputi tes power, strength, daya tahan, reaksi, koordinasi, dan terutama bleep test untuk mengukur VO2Max atlet dari setiap cabor,” ujarnya.
Dia mengatakan, tes fisik yang akan digelar hingga Minggu (6/5/2018) ini seharunya diikuti 1.004 atlet. Namun, sejumlah atlet berhalangan karena mengikuti berbagai agenda seperti kejuaraan, liga, ataupun tergabung dalam pemusatan latihan nasional.
Kendati demikian, menurut Nur masih ada tes fisik final yang digelar pada Agustus mendatang. Menurut dia, hasil tes fisik akhir itulah yang akan sangat menentukan dalam memutuskan kelayakan atlet bertanding di Porda.
“Kalau VO2Max jauh di bawah standar dan akan sulit ditingkatkan dalam sisa waktu sekitar 2-3 bulan menuju Porda, ya tidak bisa. Harus tegas, deadlinenya Agustus,” kata Nuryadi.¬† (B2)