Atletik Kota Bandung Incar 11 Emas

BANDUNG,- Kota Bandung bertekad mempertahankan dominasinya di cabang olah  raga atletik pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII/2018 Jawa Barat di Kabupaten Bogor. Perolehan minimal 11 medali emas menjadi target dari Pengurus Cabang Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Bandung untuk mempertahankan label juara umum cabang olah raga atletik Porda.
“Pada Porda 2014 di Kabupaten Bekasi, kami juara umum atletik dengan raihan 9 emas. Pada Porda 2018 di Kabupaten Bogor, kami optimistis dapat mempertahankan gelar dengan target minimal 11 medali  emas, mudah-mudahan bisa lebih,” ujar Ketua Pengcab PASI Kota Bandung Tjutju Nurdin pada saat pelepasan kontingen atletik Kota Bandung di Hotel Grandia, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Selasa (25/9/2018) malam.
Menurut Tjutju, nomor maraton, jalan cepat, lompat tinggi, estafet, hingga nomor lari menengah akan menjadi andalan para atlet Kota Bandung untuk mendulang emas dari cabor atletik. Dia menilai, kompetitor paling berat Kota Bandung dalam persaingan perebutan medali nanti adalah Kabupaten Kuningan.
“Dari peta kekuatan, saingan kemungkinan Kuningan. Tapi kemampuan para atlet Kota Bandung saat ini merata, baik nomor trek maupun lapangan. Itu yang membuat kami optimistis bisa mencapai target minimal 11 emas seperti yang sudah disampaikan kepada KONI Jabar,” tutur Tjutju.
Kontingen atletik Kota Bandung untuk Porda beranggota 38 atlet dan 10 pelatih. Tjutju  mengatakan, tim atletik Kota Bandung akan berkompetisi pada seluruh nomor dari total 45 nomor atletik yang dipertandingkan.
“Kesiapan para atlet sudah 100 persen, mereka menjalani program latihan setiap hari. Semua perlengkapan dan hak-hak mereka juga sudah diberikan,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang atlet andalan Kota  Bandung Fitri Nur Fadhilah juga optimistis akan kembali mampu menyumbangkan medali emas. Fitri merupakan peraih medali emas Porda 2014 pada nomor jalan cepat nomor 10.000 meter (trek) dan 20 kilometer (jalan raya).
“Target saya dapat dua medali emas lagi pada nomor yang sama. Selain itu, saya juga ingin memecahkan rekor catatan waktu level Jawa Barat yang saya buat pada Porda 2014,” kata Fitri.
Namun Fitri juga mengakui, persaingan pada Porda 2018 akan cenderung lebih berat karena setia atlet kabupaten kota juga sudah mempersiapkan diri secara maksimal. Persaingan antara atlet Kota Bandung dengan atlet asal Kabupaten Bandung dan Kabupaten bekasi, menurut Fitri, akan kembali terjadi dalam perebutan medali nomor jalan cepat.
“Untuk Porda ini, pesaing jalan cepat masih dari Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bekasi. Tapi saya sudah mempersiapkan diri  sejak PON 2016, optimistis bisa meraih target,” ujarnya. (B2)