Balapan Laher Hingga Jual Asongan Dengan Aa Gym

BANDUNG,- Simpul senyuman selalu menyertai ketika mengingat kembali berbagai kenangan masa kecil yang berkesan. Ketua KONI Jawa Barat Ahmad Saefudin pun acap tertawa kecil ketika menceritakan kembali kenangan masa kecilnya, khususnya selama bulan puasa.
Banyak kenangan berkesan masih membekas dalam ingatan Ahmad yang menjalani masa kecil di perkampungan wilayah Geger Kalong, Kota Bandung. Menurut Ahmad, bulan ramadan adalah masa perbaikan “gizi” dalam banyak hal. Bukan melulu soal makanan, tapi terutama untuk kepuasan bermain bersama teman-teman sepermainan.
“Kalau bukan bulan puasa, masuk ke sawah orang, cari ikan dan ngurek belut itu pasti dimarahi yang punya sawah, dikejar-kejar sampe ke rumah. Tapi kalau bulan puasa, tidak dimarahi. Jadi kita bebas kotor-kotoran di sawah, dapat belut dan ikan buat dimasak ramai-ramai,” ujar Ahmad yang punya nama populer masa kecil Agus Raden di kampungnya dulu.
Selain bersenang-senang di sawah, waktu ngabuburit Ahmad semasa sekolah dasar juga biasanya diisi dengan main petasan banting hingga perang lodong antarkampung. Merancang dan membuat lodong bersama teman-teman menjadi keasyikan tersendiri.
“Dulu semua mainan itu kreasi kita sendiri, bukan beli. Mulai dari mainan mobil dari kulit jeruk sampai lodong. Makin keras suara ledakan dari lodong yang dibuat, makin puas hati kita. Tapi ngabuburi paling mewah itu nonton pesawat terbang di Husein karena harus dilalui perjuangan berat, harus merayap mengendap-endap melewati pos penjagaan yang ketat,” ujar anggota TNI aktif berpangkat Brigjen itu.
Bukan hanya ngabuburit, waktu sahur menuju salat subuh pun menyisakan kenangan tak terlupakan. Ahmad dan teman-teman biasanya berjalan menuju kawasan UPI untuk salaat subuh di Masjid Al Furqon. Namun, bukan salat subuh yang dinantikan. Bermain mobil kayu roda laher buatan sendiri di turunan-turunan jalan kompleks kampus UPI adalah momen favorit.
“Jadi saat salat itu tidak konsen, ingin cepat selesai supaya bisa main mobil laher. Soalnya kalau subuh tidak ada satpam, jadi bebas main. Kalau siang, habis kita dikejar-kejar,” ujar anak kedua dari lima bersaudara itu.
Pengalaman istimewa lainnya, kata Ahmad, adalah saat beranjak SMP. Menurut dia, usia itu bukan lagi soal main, tapi juga bagaimana mencari tambahan uang. Uniknya, aktivitas mencari uang itu dilakukan bersama pendakwah kondang Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym.

“AA Gym itu teman sepermainan juga waktu kecil, jarambah kita main ke gunung, tidur di pesantren. Selain sering main bareng, kita juga dulu dagang asongan bareng, jalan kaki keliling daerah Gerlong, dagang limun,” ujar Ahmad. (B2)