Banyak Atlet Catur Luar Provinsi Main di Porda 2018 Jawa Barat

BANDUNG,- Perkembangan olahraga catur di Jawa Barat dirasa sangat berkembang di tahun ke tahun. Terbukti banyaknya muncul bibit atlet di setiap daerah yang berkualitas pada setiap singel event atau pun multievent.
Namun sangat disayangkan perkembangan atlet berkualitas yang dimiliki daerah di Kabupaten dan Kota di Jawa Barat ini tidak sepenuhnya dipahami para pengurus catur itu sendiri.
“Lihat saja pada ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) yang akan berlangsung di Kabupaten Bogor Oktober mendatang. Banyak daerah Kabupaten dan Kota yang mendatangkan atlet pecatur dari luar Jawa Barat,” kata Salahudin Al Ayubi.
Wakil Ketua I Bidang Organisasi Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jawa Barat ini mengungkapkan kalau beberpa daerah ada yang memakai atlet luar provinsi Jawa Barat.
“Hal ini sangat kami sayangkan. Padahal kita tahu bagaimana perkembangkan atlet-atlet Jabar sangat baik. Grafiknya terus meningkat. Baik itu atlet catur pemula, yunior atau pun senior,” ucap Ayub yang juga Ketua III KONI Kota Bandung ini.
Ditanya kenapa daerah tidak memanfaatkan atlet catur Jawa Barat yang ada untuk Porda, Ayub menjawab karena daerah tidak mau gagal berprestasi di Porda ini. Sehingga sebagian memaksakan untuk memakai atlet luar Jawa Barat.
“Bagi kami pegurus catur Jawa Barat tidak akan mempermasalahkan atlet luar Provinsi tampil di Porda Jawa Barat. Selama prosedur kepindahan tidak bermasalah, saya pikir aman aman saja mereka tampil di Porda Jabar,” kata Ayub.
Namun jika dalam perjalanannya ada hal-hal yang muncul, dan menurut Pokja mutasi KONI Jabar atlet tersebut belum memenuhi persyaratan, maka lanjut Ayub lagi, hal ini akan diproses.
“Bagi kami pengurus Percasi Jabar menginginkan pada Porda nanti, atlet yang bertanding adalah hasil binaan daerah itu sendiri. Sehingg kelihatan kualitas atlet yang dibina Kota dan Kabupaten. Ini tentu lebih fair, ketimbang memaksakan memakai atlet luar Jawa Barat,” ujar Ayub.
Ditanya daerah mana saja dan berapa jumlah atlet luar Jawa Barat yang main di Porda nanti, Ayub enggan menyebutkannya.
“Tidak elok kalau saya utarakan berapa jumlah atlet dan daerah mana saja yang memanfaatkan atlet catur Jawa Barat untuk Porda nanti. Mungkin bisa tanya ke pihak yang lain yang lebih berkompeten,” kilahnya.
Ayub berharap kendati bayak atlet catur luar Jawa Baratbyang turun di Porda, tidak membuat para atlet catur asli daerah menjadi keder.
“Justru sebaliknya bisa dijadikan ajang untuk memicu motivasi untuk bisa mengalahkan atlet luar Jawa Barat itu. Mudah-mudahan ini bisa dibuktikan,” harap Ayub. (B9)