Benny R Gautama Kembali Pimpin TI Jabar Hingga 2022

BANDUNG,- Benny R Gautama kembali dipercaya sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwndo Indonesia ‎(TI) Jabar masa bakti 2018-2022 pada gelaran Musyawarah Provinsi (Musprov) TI Jabar 2018 di Maja House, Jalan Sersan Bajuri Kabupaten Bandung Barat, Jumat (23/2/2018). Pada kepemimpinan yang kedua kali sebagai Ketua Umum Pengprov TI Jabar, Benny mengaku jika tantangan kedepan akan semakin berat.
 
‎”Tentu saja, untuk periode kedua sebagai Ketua TI Jabar ini akan jauh lebih sulit karena pencapaian 12 medali emas di PON XIX kemarin harus bisa dilewati. Pencapaian di PON XIX jadi angka minimal yang hgarus diraih Jabar di PON XX,” ujar Benny saat ditemui usai pelaksanaan Musprov TI Jabar, Jumat (23/2/2018).
Benny menuturkan, pencapaian 12 medali emas di PON XIX tahun 2016 kemarin menjadi target yang dicapai diluar prediksi pihaknya. Untuk itu, dirinya sangat berharap pada kepengurusan TI Jabar kedepan, angka 12 ini bukan untuk dikenang tapi untuk dilewati di even berikutnya.
“Tantangan kedepan memang tidak mudah dengan capaian kita di PON maupun kejurnas yang selalu mendominasi. Tapi jalan masih panjang dan kita akan terus persiapkan semuanya dan saya ingatkan ke atlet maupun pelatih jika angka 12 itu harus dilewati,” terangnya.
Untuk itu, dirinya pun akan melakukan berbagai pembenahan di berbagai hal. Mulai dari susunan kepengurusan hingga proses pembinaan atlet mulai dari jenjang unit latihan, pengcab TI Kota/Kabupaten, hingga tingkat Jabar.
“Kita berharap pengcab-pengcab bisa meningkatkan pembinaan mereka, karena dari mereka lah lahir atlet-atlet potensial. Karena selama ini, pembinaan atlet Taekwondo di Jabar ini masih didominasi Kabupaten Bogor dan Kota Bandung,” ‎tuturnya.
Dalam mendorong hal tersebut, dirinya mengaku sudah menyiapkan beberapa langkah inovasi pembinaan. Salah satunya menggelar kejuaraan bertaraf nasional dengan mengundang beberapa provinsi.
“Kejuaraan ini kita gelar karena jarak antara even kejurnas yang digelar PB dengan PON itu telalu jauh waktunya. Dan kejuaraan ini akan menjadi salah satu evaluasi kita dalam hal pembinaan atlet yang sudah dilakukan. Termasuk ajang Porda Jabar XIII,” tambahnya.
Saat ini, lanjutnya, Jabar menempatkan sebanyak delapan atlet di pelatnas taekwondo untuk persiapan Asian Games 2018. Kedelapan atlet tersebut terdiri dari tiga atlet kyorugi (tarung) dan lima atlet poomsae (jurus).
“Kalau untuk atlet PON XX, belum kita tentukan karena tahapan seleksinya masih banyak dan panjang. Juara Porda Jabar XIII nanti bisa jadi kandidat atlet Jabar untuk PON XX, tapi tidak otomatis jadi atlet inti. Kita ingin yang terbaik untuk bisa melewati angkat 12,” pungkasnya. (B3)